Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan posisi menguat di 0,48% ke level 4.649,08 pada penutupan sesi II. Kendati sempat tergelincir ke posisi 4.564, indeks mampu kembali bangkit hingga sempat menempati posisi di poin 4.669,71. Salah satu sektor yang mampu bertahan adalah perbankan.

Pergerakan saham yang dilihat meliputi 203 saham naik, 194 saham turun, dan 137 lainnya masih jalan di tempat. Berberapa saham diperdagangkan dengan frekuensi 577.423 kali dengan jumlah sebesar 7,73 miliar saham dengan nilai transaksi harian sebesar Rp6,46 triliun.

Baca juga: Ini Alasan Harga Bitcoin Lekat dengan Pasar Ekuitas

Perdagangan yang terjadi hari ini pada indeks saham bergantung kepada investor domestik, lantaran investor asing memutuskan untuk mencabut investasi dengan menarik kembali dana sebesar Rp514,18 miliar.

Ini bisa jadi salah satu dampak dari pandemi virus corona yang terjadi hampir di seluruh wilayah di dunia. Sebelumnya, sektor perbankan merupakan salah satu sektor investasi yang paling banyak dilirik oleh investor baik domestik maupun asing berdampingan dengan sektor manufaktur, pariwisata, perikanan dan infrastruktur.

Peran Investor Asing

Investor asing akhirnya banyak yang memutuskan untuk angkat kaki dari saham-saham BUMN di bidang perbankan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk misalnya yang harus kembali gigit jari karena investor asing memutuskan untuk menarik kembali dana investasi sebesar Rp168,50 miliar.

Perusahan sektor perbankan lainnya juga merasakan hal yang serupa. Investor asing pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga melalukan penjualan senilai Rp59,31 miliar. Pada saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk juga senasib, investor asing juga menarik dana investasi sebesar Rp49,36 miliar.

Kendati demikian, asing masih melakukan pembelian terhadap saham-saham seperti PT Astra International Tbk Rp23,03 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk  Rp22,45 miliar dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Rp18,84 miliar.

Terdapat kemungkinan bahwa dalam masa pandemi kali ini, investor sedang berusaha mengalihkan dana investasi yang dimiliki ke sektor-sektor yang dianggap lebih menguntungkan di saat ini dengan hasil yang lebih cepat menghasilkan untung. Pergeseran minat investasi ini pula yang sepertinya membuat beberapa saham lainnya menjadi sepi peminat.

Tags: