Kesepakatan Brexit kembali dibicarakan antara Inggris dan Uni Eropa dengan tenggat waktu kesepakatan yang tersisa 7 pekan. Nampaknya kesepakatan belum terlihat tercapai sejak Maret mengenai hubungan setelah Inggris keluar dari Uni Eropa.

Kesepakatan Brexit Kembali Dibicarakan

Setelah sempat berhenti, kesepakatan mengenai hubungan setelah Brexit antara Inggris dan Uni Eropa nampaknya akan dimulai lagi hari ini di Brussels. Pertemuan ini akan digelar pada waktu makan malam hari ini dan Jumat pagi, dengan perwakilan dari Inggris yaitu David Frost dan Michael Barnier dari Uni Eropa. Selain itu akan terdapat 50 pegawai dari pemerintahan kedua pihak yang akan berdiskusi pada Rabu dan Kamis.

Kedua pihak berniat untuk mencapai kesepakatan sebelum 2 Oktober 2020, namun hingga saat ini belum terlihat mungkin. Kesepakatan yang belum teraih terlihat dari kedua belah pihak yang nampaknya saling menunggu. Oleh karena itu, kemungkinan terdapatnya keputusan pada pekan ini masih sangat kecil. Kemungkinan besar kesepakatan akan diraih pada September, menurut salah satu pihak yang akan berdiskusi.

Dua hal yang menjadi penghambat kesepakatan adalah kesepakatan akses Uni Eropa terhadap perairan Inggris. Selain itu, kesepakatan lain adalah bagaimana Inggris harus mengikuti peraturan Uni Eropa agar persaingan ekonomi di Eropa tetap adil. Uni Eropa telah membuat argumentasi kesepakatan terhadap kedua hal tersebut dan akan dibicarakan dalam empat sesi pertemuan pekan ini. Sesi tersebut akan berisi dua jam pertemuan, yang akan ditambah dengan pertemuan di London bulan depan jika kesepakatan belum tercapai.

Tenggat Waktu Kesepakatan

Kecuali kesepakatan diraih pada 31 Desember 2020, konsumen akan menghadapi kebijakan tarif dan kuota antara Inggris dan negara-negara Uni Eropa. Kebijakan tersebut jika diterapkan akan menjadi kebijakan tarif dan kuota pertama dalam sejarah antara kedua pihak tersebut. Namun, nampaknya setelah lima bulan negosiasi, kedua pihak akan mencapai keputusan. Uni Eropa menyatakan bahwa kesepakatan hanya membutuhkan 11 pekan. Sehingga, 15 Oktober 2020, menjadi tenggat waktu yang baik, bersama dengan pertemuan para pemimpin Uni Eropa.

Uni Eropa telah mengakomodir beberapa permintaan Inggris, dimana salah satunya adalah ketidakterlibatan pengadilan Uni Eropa dalam mengatur hukum di Inggris. Permintaan ini merupakan salah satu permintaan utama Inggris akibat keinginan untuk kebebasan dalam kedaulatan setelah Brexit. Inggris sendiri juga sudah menarik beberapa permintaan kesepakatan yang nampak berat untuk disepakati Uni Eropa.

Kedua pihak masih menunggu lembar persetujuan bersama untuk mempermudah tercapainya kesepakatan. Hal ini disebabkan tanpa lembar persetujuan tersebut, kedua belah pihak akan kesulitan memahami permintaan satu sama lain. Sehingga diharapkan dengan adanya lembar persetujuan tersebut, kesepakatan akan menjadi dekat.

Baca juga: USDCAD Kemungkinan Terus Turun Akibat Data Perekonomian

Untuk saat ini, kedua negara masih membentuk kesepakatan yang membuat kondisi negaranya masih volatil. Hal ini dapat dilihat dari kedua mata uangnya yang masih berkonsolidasi terhadap satu sama lain. Namun, dengan adanya pembahasan kembali kesepakatan hari ini, Euro dan Pound Sterling terlihat mengalami apresiasi terhadap beberapa mata uang utama.

Dilansir dari BNN Bloomberg

Tags: