Kementerian Kehakiman Amerika baru saja kembali menyerang bitcoin dan mata uang kripto pada umumnya. Serangan ini didasarkan atas pernyataan bahwa pihak yang terjun ke bidang tersebut adalah pelaku pasar keuangan yang terlibat dalam perbuatan kriminal dalam dunia keuangan di Amerika.

Kementerian Kehakiman Amerika Menyerang Bitcoin

Pandangan terhadap bitcoin dan mata uang kripto sebagai ancaman untuk dunia keuangan Amerika masih sangat dijunjung tinggi oleh Kementerian Kehakiman Amerika. Pernyataan ini disampaikan oleh Jaksa Agung, William Barr yang masih memiliki pandangan negatif terhadap dunia bitcoin dan kripto.

Bitcoin hingga saat ini masih dianggap sebagai aset yang di masa depan akan menggantikan uang fiat. Tujuan ini adalah tujuan yang ditanamkan oleh penciptanya yang menggunakan nama Satoshi Nakamoto yang ingin menggunakan bitcoin sebagai alat transaksi. Namun sayangnya tujuan ini belum terjadi dan yang terjadi adalah bitcoin digunakan sebagai aset spekulatif.

Banyak pihak yang tertarik akibat transparansi namun sifatnya yang sulit dilacak. Namun sayangnya hal ini juga memunculkan potensi kriminalitas yang juga besar. Tidak dapat dihindari bahwa kegunaan untuk kegiatan kriminalitas ini benar sudah terjadi namun banyak yang berpendapat bahwa bitcoin bukan alat untuk kejahatan. Namun hal ini tidak menghalangi regulator untuk membuat aturan yang membatasi pergerakan bitcoin.

Regulasi Membatasi Pergerakan Bitcoin

Kegunaan bitcoin dan kripto saat ini masih dilihat sebagai awal dari keburukan yang besar oleh mata regulator. Pandangan ini disebabkan oleh kemudahan bitcoin yang muncul untuk melakukan keuntungan dari kegiatan kriminal. Pekan lalu, Kementerian Kehakiman Amerika, baru saja memulai rencana untuk melawan kegiatan kriminal terkait bitcoin dan kripto. Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan bitcoin dan kripto juga akan terbatasi secara menyeluruh.

Kementerian Kehakiman Amerika juga membuat pernyataan bahwa mata uang kripto dapat merubah cara manusia bersosialisasi dan berinteraksi. Namun kewajiban mereka sebagai penegak hukum adalah juga untuk menjaga keamanan negara dari teknologi baru yang berpotensi berbahaya. Banyak pemimpin di Amerika yang juga telah memperlihatkan kebenciannya terhadap bitcoin.

Baca juga: CTO Ripple Menyesal Membuat Perjanjian Menjual 40.000 ETH Senilai $1

Salah satu tokoh besar tersebut adalah Presiden Donald Trump. Pada Tahun 2019, beliau membuat komentar bahwa beliau bukan penggemar dari bitcoin dan tidak mendukung ide dari aset digital yang tidak memiliki dukungan basis aset nyata. Beliau juga menyatakan bahwa Amerika sudah memiliki banyak mata uang yang bisa digunakan terutama Dolar Amerika. Sehingga dengan banyaknya kebencian di ranah pemegang kekuasaan, nampaknya ruang gerak bitcoin dan kripto akan terbatas.

Dilansir dari Live Bitcoin News

Tags: