CTO Ripple, David Schwartz, menyatakan bahwa beliau telah menjual 40.000 Ethereum (ETH) masing-masing senilai $1. Penjualan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana manajemen risiko yang dibuat bersama istrinya di Tahun 2012.

CTO Ripple Menyesal Menjual 40.000 ETH

Chief Technology Officer (CTO) atau kepala bagian teknologi perusahaan Ripple, David Schwartz baru saja menyatakan rencana beliau dan istrinya. Rencana tersebut adalah rencana manajemen risiko yang dibuat di Tahun 2012 mengenai investasi kripto. Rencana ini nampaknya telah membuat penyesalan dalam hidup CTO akibat hilangnya potensi keuntungan hingga mencapai ratusan juta Dolar Amerika.

Dalam beberapa cuitannya di Twitter pada 11 Oktober 2020, Schwartz menyatakan bahwa beliau telah menjual 40.000 ETH dengan nilai $1 per ETH. Penjualan ini telah membuat potensi keuntungan yang hilang yang saat ini dapat bernilai lebih dari $15,5 Juta. Kepala Teknologi dari XRP atau Ripple ini juga menyatakan penyesalannya yang juga terjadi terhadap mata uang kripto lainnya.

Penyesalan ini berasal dari penjualannya terhadap bitcoin dengan nilai hanya $750 dan XRP senilai $0.10 per XRP. Namun, dalam pernyataan tersebut, CTO Ripple itu tidak menyatakan seberapa banyak jumlah yang dijualnya. Beliau juga menyatakan bahwa penjualan tersebut merupakan murni manajemen risiko akibat sifat konservatifnya.

Banyak Celaan Terhadap Penjualan

Akibat kabar tersebut, banyak celaan yang muncul terhadap beliau dan XRP sendiri. Banyak pihak yang menyatakan bahwa penjualan tersebut adalah upaya untuk menipu akibat membangun XRP tanpa percaya. Ketidakpercayaan ini dilihat publik muncul akibat di tahap awal CTO-nya sendiri melakukan penjualan. Sehingga banyak yang menyatakan bahwa XRP adalah penipuan.

Namun, Schwartz tetap melakukan pembelaan terhadap tuduhan tersebut untuk menjaga nama baik Ripple. Beliau menegaskan kembali bahwa penjualan tersebut hanya didasarkan dari sifatnya yang memiliki preferensi risiko yang kecil dan banyak orang yang bergantung pada dirinya secara finansial. Hal ini juga disebabkan oleh beliau yang pada saat itu meletakkan mayoritas dananya di XRP sehingga beliau merasa khawatir tanpa adanya diversifikasi.

Baca juga: Bitcoin Diprediksi Mencapai $12.000 Pekan Ini! Apakah Mungkin?

Sebagai tambahan informasi, pekan lalu, Pendiri dan Kepala Ripple, Chris Larsen, juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Amerika. Hal ini disebabkan kegagalan Amerika untuk mengikuti langkah Cina, Singapura, dan Inggris dalam mendukung pertumbuhan kripto. Sehingga, kemungkinan besar terdapat rencana relokasi dari Amerika. Namun, dengan adanya kabar dari CTO nampaknya akan ada sentimen negatif terhadap harga XRP.

Dilansir dari Cointelegraph