Investor dikabarkan mulai melakukan penolakan yang lebih kuat terhadap penerapan bea materai dalam perdagangan saham di Indonesia. Penerapan biaya bea materai sebesar Rp 10.000 ini nampaknya dirasa sangat membebankan para investor.

Investor Tolak Bea Materai

Penerapan bea materai sebesar Rp 10.000 nampaknya sudah mulai nyata dan mulai meresahkan mayoritas investor di pasar modal. Hal ini disebabkan akan adanya tambahan biaya saat melakukan transaksi saham di pasar modal.

Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa dengan adanya biaya bea materai ini, keuntungan dari transaksi pasti akan terpotong. Bahkan ada kemungkinan bahwa biaya tersebut akan diterapkan pada awal transaksi yang membuat posisi rugi menjadi lebih rugi.

Walau terkesan nominal kecil, biaya ini nampaknya sudah mulai membuat keresahan yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan sebelumnya tidak ada biaya setinggi Rp 10.000 dari negara dan juga sudah adanya biaya transaksi dari sekuritas.

Penolakan ini terlihat terjadi melalui cuitan-cuitan investor di media sosial seperti Twitter, Instagram, dan banyak media lainnya. Bahkan penolakan ini sudaha mencapai tahap pembentukan petisi akibat dirasakan akan sangat menurunkan potensi investasi dari masyarakat lokal.

Pembentukan Petisi

Saat ini sudah mulai beredar petisi penolakan terhadap kebijakan baru dari pemerintah mengenai bea pajak ini. Banyak investor yang membuat petisi ini memiliki landasan bahwa penerapan biaya ini akan menghambat pertumbuhan investasi terutama dalam pasar saham Indonesia.

Hal ini disebabkan tingginya biaya yang kemungkinan akan membuat investor baru khawatir dan ragu untuk memulai investasinya. Sehingga banyak investor ritel lokal yang mulai mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan ulang kembali mengenai kebijakan baru ini.

Kebijakan ini dikabarkan akan mulai diterapkan pada 1 Januari 2021, yang membuat tenggat waktu petisi semakin dekat. Oleh karena itu, nampaknya saat ini investor masih terus mendekat dan membuat pergerakan baru di media sosial.

Baca juga: Saham PMPP Naik 25% Setelah Resmi Melantai di Bursa Hari Ini

Jika kebijakan ini diterapkan, aliran dana yang masuk kemungkinan besar akan mengalir kepada negara. Secara rinci, menurut pernyataan dari kementerian keuangan, hasil dari bea materai tersebut akan masuk kepada kas negara.

Sehingga kebijakan ini merupakan salah satu cara untuk pemerintah mendapatkan lebih banyak pemasukan yang pada umumnya juga akan disebarkan untuk kesejahteraan bersama. Tetapi banyak investor yang nampaknya masih keberatan sehingga saat ini pergerakan petisi penolakan masih sangat kuat.

Tags: