INOV Positif bahwa perdagangan eskpor akan meningkat bersama dengan permintaan terhadap barangnya yang naik. Pihak perusahaan yakin bahwa ke depannya pasar ekspor akan menjadi tujuan utama dalam menjalani bisnis.

INOV Positif Meningkatkan Pasar Ekspor

PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) tahun depan optimis bahwa industri daur ulang sampah botol plastik akan membaik. Sikap positif ini didukung oleh peningkatan terhadap permintaan produk-produk untuk keperluan rumah tangga.

Menurut Victor Choi, Direktur INOV, penjualan untuk produk turunan INOV yaitu peralatan rumah tangga (homeware) mengalami peningkatan cukup signifikan. Sehingga memang terdapat potensi yang sangat positif untuk masa mendatang.

Akibat adanya peluang tersebut, INOV akan terus mengembangkan produk-produk lini bisnis rumah tangga ini. Ke depannya, INOV juga akan melakukan diversifikasi untuk produk rumah tangga, salah satunya dengan memproduksi kain bulu sintetis.

INOV juga melihat potensi permintaan ekspor untuk produk rumah tangga sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan di luar negeri minat masyarakat sudah berpindah untuk mulai menggunakan barang-barang dari hasil daur ulang.

Kondisi Inocycle Saat Ini

Sebagai informasi, hingga kuartal ketiga 2020, penjualan produk rumah tangga INOV tercatat sebesar Rp 40,9 miliar. Angka ini merupakan apresiasi sebesar 123,4% dari periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 18,3 miliar.

Produk turunan INOV lainnya yaitu produk bukan tenunan (non-woven) membukukan penjualan sebesar Rp 67,9 miliar. Angka ini merupakan apresiasi sebesar 14,9% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 59,1 miliar.

Dalam laporan keuangan kuartal ketiga 2020, INOV mencatatkan penjualan sebesar Rp 378,3 miliar dan laba kotor mencapai Rp 61,9 miliar. Sepanjang tahun 2020, INOV sedang fokus memperkuat pasokan sampah botol plastik.

Baca juga: Direktur Utama BBTN Dapat Penghargaan atas Performa Perseroan

Cara INOV dalam memperkuat pasokan tersebut adalah dengan membangun pabrik pencucian botol (washing facility) di Medan. Pabrik tersebut akan mencapai kapasitas produksi hingga 500 ton per bulan.

Washing facility di Medan sudah mulai beroperasi secara komersil sejak September 2020, dan sedang dibangun pabrik Non-woven dengan kapasitas produksi 300-500 ton per bulan. Selain itu, INOV juga berencana untuk menjangkau Pulau Sulawesi dengan mendirikan washing facility di Makassar yang akan mulai dibangun pada tahun 2021.

Sehingga ke depannya kapasitas INOV untuk menjarah ke pasar ekspor akan sangat cukup mengingat persiapannya yang sudah matang. Selain itu, dengan segala hal dan rencana yang dimilikiya sekarang, ke depannya target ini kemungkinan besar akan tercapai.

Dilansir dari IPOTNEWS

Tags: