Bursa saham tanah air pada perdagangan Selasa kemarin, terkoreksi cukup agresif imbas sentimen margin call di bursa Wall Street. Selain itu dan kebijakan BPJS Ketenagakerjaan yang mengurangi investasi di saham dan reksa dana.

IHSG Potensi Terkoreksi Signifikan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,55% ke level 6.071,44 poin dengan nilai transaksi Rp 10,38 triliun. Investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp 365,63 miliar.

Saham-saham yang paling banyak ditransaksikan antara lain, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Namun, sayangnya IHSG tetap tertutup lebih rendah pada Selasa, 30 April 2021 yang nampaknya akibat beberapa sentimen tersebut.

Saat ini terdapat beberapa rekomendasi analis beberapa sekuritas yang didapatkan oleh CNBC Indonesia sebagai acuan. Hal tersebut dijabarkan sehingga terdapat pilihan yang jelas mengenai beberapa saham yang potensial untuk pekan ini.

Rekomendasi Analis

MNC Sekuritas

MNC Sekuritas memproyeksikan, pergerakan IHSG akan cenderung terkoreksi ke area Rp5.980-Rp6.000.

Meskipun IHSG menguat, diperkirakan penguatannya akan cenderung terbatas ke area Rp6.080-Rp6.100. Saham pilihan oleh MNC Sekuritas adalah ACES, ELSA, KLBF, dan BBRI

Binaartha Sekuritas

Binaartha Sekuritas masih melihat IHSG akan terkoreksi lebih dalam akibat masih di daerah bearish. Ke depannya terdapat beberapa saham yang dapat menjadi pilihan untuk pembelian saham menurut Binaartha Sekuritas. Saham tersebut adalah ACES, ASII, BSDE, dan BMTR

Reliance Sekuritas

Menurut Reliance Sekuritas, bursa saham Wall Street kembali terkoreksi di hari kedua perdagangan pekan ini. Hal ini akibat imbal hasil surat utang Amerika yang menyentuh level tertinggi dalam 14 bulan terakhir.

Dikabarkan bahwa hal tersebut terjadi karena para investor mempertimbangkan konsekuensi dari lebih banyak stimulus dari pemerintahan Joe Biden.

Baca juga: Astra Tingkatkan Investasi, Memiliki Rencana Besar

Seperti diketahui, Presiden Joe Biden, dalam pidatonya pada hari Rabu di Pittsburgh, akan merinci ekspansi besar-besaran belanja pemerintah. Ekspansi tersebut bertujuan untuk mengurangi kesenjangan dan memperkuat infrastruktur.

Menurut Reliance Sekuritas, terdapat kemungkinan potensi apresiasi untuk saham dan aset berisiko lainnya. Sehingga, saham pilihan sekuritas tersebut adalah BBCA, UNVR, KLBF, dan ISAT.

Samuel Sekuritas

Samuel Sekuritas menilai, pada perdagangan kemarin IHSG terkoreksi cukup agresif di level Rp6.071 dan gagal ditutup di atas Rp6.200. Hal tersebut membuat adanya potensi tertekan dalam downtrend menuju Rp6.000. Saham pilihan dari Samuel Sekuritas adalah WIIM, TPIA, JPFA, dan CPIN

Sumber: CNBC Indonesia

Tags: