Data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Uni Eropa dipublikasi hari ini pada pukul 16.00 WIB. Dikabarkan bahwa data terlihat positif dimana data pertumbuhan PDB membaik walau masih dalam angka negatif.

Data Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Uni Eropa

Pada pukul 16.00 WIB dikabarkan bahwa data pertumbuhan produk domestik bruto Uni Eropa tela dipublikasi. Data tersebut menunjukkan pertumbuhan yang mulai membaik walaupun masih berada di dalam angka negatif di masa pandemi Covid-19 ini.

Pertumbuhan PDB Uni Eropa tercatat tumbuh -11,8% secara kuartal dimana angka ini membaik dari sebelumnya tumbuh -12.1%. Kemudian, tercatat juga bahwa pertumbuhan secara tahunan terlihat membaik, dimana pertumbuhan tercatat sebesar -14.7%. Angka negatif ini masih lebih baik dibandingkan data pertumbuhan tahunan sebelumnya, dimana data menunjukkan pertumbuhan sekitar -15%.

Data yang dipublikasi ini menjadi pertanda positif bagi Uni Eropa, akibat perekonomiannya yang mulai perlahan pulih dari dampak Covid-19. Selain itu, dengan masih bertumbuhnya Covid-19, peringanan dalam pembatasan sosial terbukti efektif dalam mengangkat perekonomian kembali.

Dampak Terhadap Euro

Publikasi data positif ini, seharusnya dapat mengangkat mata uang Euro terhadap beberapa mata uang utama. Namun, nampaknya, sentimen ini tidak dapat mengangkat Euro untuk terapresiasi, yang juga dapat disebabkan oleh angka pertumbuhan PDB yang masih terlihat negatif. Akibat dari angka yang negatif ini, nampaknya investor dan trader masih belum percaya terhadap Euro sehingga masih menjauhi mata uang berisiko besar ini.

Hal lain yang berpotensi mendorong sentimen negatif terhadap Euro adalah masih bergantungnya kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa. Kesepakatan yang tertunda serta tekanan dari Inggris terhadap peniadaan perjanjian nampaknya membuat risiko Euro menjadi lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh Perdana Menteri Inggris, yang menekan Uni Eropa untuk membuat kesepakatan dan memajukan tenggat waktu.

Baca juga: Kesepakatan Brexit Terus Tertunda! Pound Berisiko Jatuh

Oleh karena adanya konflik kesepakatan ini, Uni Eropa menjadi terancam akibat juga Inggris yang sebelumnya merupakan perekonomian terbesar ketiga di Uni Eropa. Selain itu, permasalahan juga muncul dari sektor perikanan, dimana salah satu konflik terjadi akibat kesepakatan pembagian wilayah perikanan. Hal ini disebabkan oleh Inggris yang menjadi salah satu penyumbang pendapatan sektor perikanan terbesar untuk Uni Eropa.

Sehingga, hingga kesepakatan dibuat dan konflik perbedaan diselesaikan, Inggris dan Uni Eropa perekonomiannya masih akan dianggap berisiko tinggi. Sehingga, secara langsung, mata uangnya kemungkinan akan dijauhi, yang membuat depresiasinya hingga saat ini. Oleh karena itu, langkah terbaik untuk saat ini adalah menunggu penyelesaian kesepakatan kedua belah pihak akibat banyaknya sentimen negatif terhadap Euro akibat Uni Eropa.

Tags: