Kasus COVID-19 kembali memecahkan rekor baru pada Kamis, 15 Juli 2021 mencapai 56.757. Hal ini membuat angka kasus positif yang terkonfirmasi di Indonesia menjadi 2.726.802.  Pada penutupan perdagangan Kamis (15/7/2021), data BEI mencatat IHSG ditutup dengan posisi menguat 1,13% ke level 6.046,75 dampak dari kabar positif dari China dan Amerika Serikat.

Dari sentimen Covid-19, di dalam negeri ada penambahan kasus baru sebanyak 56.757 orang pada Kamis kemarin (15/7) menurut data Kemenkes pada pukul 12.00 WIB. Dengan begitu total kasus Covid-19 di Tanah Air sebanyak 2.726.803 orang. Apabila angka kasus COVID-19 tak juga menurun, Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menyebut, pasar modal akan sangat berpengaruh.

“Semakin lama peningkatan kasus Covid-19 sangat berpengaruh ke pasar modal. Karena saya rasa PPKM akan diperpanjang sampai kasus bisa mereda. Kalau berkaca dari PSBB kan bisa dilonggarkan saat kasus turun di bawah 10 ribu,” katanya kepada Liputan6.com, Jumat (16/7/2021).

Wawan menuturkan, PPKM darurat merupakan pembatasan aktivitas yang dilakukan masyarakat. Apabila terjadi pembatasan, tentu pendapatan sebagian besar emiten akan merosot.

“Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin juga terpengaruh ya. Karena kemarin bisa tembus ke bawah 6.000,” ujarnya.

PPKM Darurat selama enam minggu yang direncanakan pemerintah Indonesia, diakui Wawan telah memberikan pengaruh pada sektor ekonomi. Bila adanya perpanjangan, pengaruh negatif juga pasti akan terjadi lebih tinggi.

“PPKM selama 3 minggu saja ekonomi sudah dipangkas kok. Apalagi kalau diperpanjang. Kalau penanganannya masih berlarut-larut, misalnya 3 bulan, bisa jadi kita negatif lagi,” tuturnya.

Meski demikian, vaksinasi yang gencar dilakukan pemerintah saat ini diakui Wawan bisa menjadi salah satu sentimen positif. Terlebih apabila tingkat keberhasilnya tinggi.

“Saat ini memang sektor teknologi, kesehatan, telekomunikasi yang banyak diburu. Tapi ada juga sektor consumer goods yang mengalami peningkatan. Jadi tergantung bisnis modelnya, jadi kalau bisa bertahan di masa pandemi pasti akan menarik,” katanya.

Namun,  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (16/7/2021) diperkirakan akan memiliki peluang penguatan lanjutan.

Pada penutupan perdagangan Kamis (15/7/2021), data BEI mencatat IHSG ditutup dengan posisi menguat 1,13% ke level 6.046,75 dampak dari kabar positif dari China dan Amerika Serikat.

Dari sentimen Covid-19, di dalam negeri ada penambahan kasus baru sebanyak 56.757 orang pada Kamis kemarin (15/7) menurut data Kemenkes pada pukul 12.00 WIB. Dengan begitu total kasus Covid-19 di Tanah Air sebanyak 2.726.803 orang.

umlah penambahan ini membuat kasus aktif di Indonesia saat ini mencapai 480.199 orang. Kabar baiknya, jumlah pasien sembuh juga terus bertambah sebanyak 19.049 orang, sehingga totalnya 2.176.412 orang

IHSG berlanjut dalam trading range 5.900-6.150, dan kini bertahan di mid-range. Belum terbentuk momentum kuat.

Saham pilihan:

ESSA

BBNI

MDKA

Baca juga: Rupiah Terlihat Melemah Akibat Gelombang Kedua Covid-19