Bank BRI dikabarkan akan mendapatkan porsi paling besar dalam penempatan dana stimulus yang diberikan oleh pemerintah kepada empat bank milik negara. Kabar ini disampaikan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan.

Bank BRI Mendapat Penempatan Besar

Dikabarkan oleh Febrio Kacaribu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, bahwa Bank BRI mendapat kepercayaan terbesar dari pemerintah. Hal ini ditunjukkan melalui dana yang ditempatkan pada Bank BRI dalam rangka penyaluran dana stimulus sebagai bagian dari kebijakan ekspansif dari pemerintah.

Dalam empat Bank BUMN yang mendapat dana stimulus, Bank BRI mengalahkan Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BTN, dengan penempatan dana 30 Triliun Rupiah yang ternyata tidak dibagi secara merata antar keempat bank tersebut. Walau dikatakan terbesar dalam penempatan, dana yang akan ditempatkan di Bank BRI belum dipublikasikan besaran persentasenya, akibat oleh pernyataan Febrio Kacaribu yaitu, ada kemungkinan penambahan lebih dari pemerintah jika semua berjalan baik.

Tujuan Dari Penempatan Dana

Tujuan dari penempatan dana yang besar kepada Bank BRI adalah agar Bank BRI dapat menyalurkan dananya ke daerah pedesaan dan untuk UMKM. Tujuan in didasarkan oleh pangsa pasar Bank BRI terhadap pendanaan UMKM dan masyarakat pedesaan yang lebih besar dari bank lainnya. Harapannya, dengan adanya penempatan tersebut, dana yang disalurkan akan meningkat sehingga menggerakkan  perekonomian UMKM dan masyarakat pedesaan dalam masa seperti ini.

Penyaluran dana yang ditempatkan di Bank BRI direncanakan akan dilakukan dalam enam bulan ke depan. Penyaluran akan dilakukan dengan ekspansi kredit UMKM Bank BRI sebesar Rp 122,5 triliun. Komposisi penyaluran akan ditujukan kepada segmen mikro sebesar 88,87% atau setara Rp 108,8 triliun. Penyaluran tersebut akan difokuskan di sektor produksi non perdagangan sebesar Rp 71,32 triliun atau 58,21%. Sementara area penyaluran kredit UMKM didominasi di daerah rural atau pedesaan sebesar Rp 69,03 triliun. Untuk daerah sub rural atau pertengahan akan dialirkan dana senilai Rp 19,99 triliun. Terakhir untuk daerah urban atau perkotaan sebesar Rp 33,47 triliun. Sehingga harapannya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

Harapan dari pemerintah adalah dana yang disalurkan melalui kredit ini berjalan dengan lancar dan memberi stimulus bagi perekonomian. Sehingga, terdapat kewajiban untuk Bank BRI mengembalikan dana tersebut dalam tiga bulan kepada pemerintah sebesar tiga kali lipat dari dana awal. Jika terus berjalan lancar, pemerintah mengkonsiderasikan untuk menambah dana yang diberikan sebagai stimulus.

Baca juga: Rupiah Terlihat Melemah Akibat Gelombang Kedua Covid-19

Pergerakan Saham BBRI

Pergerakan Harian BBRI

Kabar dari adanya penempatan dana tersebut nampaknya belum berdampak besar kepada saham Bank BRI (BBRI). Hal ini dapat dilihat dari pergerakannya yang tertutup turun kemarin ditambah terjebaknya saham ini dalam fase konsolidasi. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor eksternal dan internal.

Dari Bank BRI sendiri, baru saja terjadi pembagian dividen, sehingga menyebabkan harga turun seperti saham pada umumnya. Pada umumnya, sebelum terjadi pembagian dividen, terutama pada cum date nya, saham cenderung naik. Namun, setelah terjadi pembagian dividen, saham cenderung turun. Dapat dilihat bahwa pergerakan tersebut terbukti benar pada grafik pergerakan harian BBRI.

Namun, telah terjadi pemulihan dari pergerakan turun tersebut yang dapat dilihat bahwa adanya putar balik arah kecil oleh saham ini. Namun, sekarang saham ini terjebak dalam fase konsolidasi. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor eksternal, dimana mayoritas saham di dunia sedang berada dalam fase konsolidasi akibat investor yang sedang menunggu kejelasan perekonomian dunia. Akibat banyaknya berita gelombang kedua Covid-19 dan adanya beberapa ketegangan antar negara, investor menjadi tidak yakin untuk bergerak di pasar modal sehingga mayoritas saham berkonsolidasi. Hal ini dapat menjadi penyebab BBRI mengalami konsolidasi juga.

Namun, kemungkinan dengan adanya berita penempatan ini, setelah dilakukan penempatan dana, BBRI mungkin dapat naik. Tetapi, untuk keluar dari zona konsolidasi, BBRI perlu menembus batas atas dan terus bergerak ke atas, paling tidak melewati harga Rp 3.210. Harapan tersebut belum terlihat akibat belum adanya tanda yang signifikan dari pergerakan saham. Namun, dengan pembukaan hari ini yang lebih tinggi, dapat menjadi kemungkinan bahwa saham tersebut dapat bergerak naik.

Tags: