Saat ini Bitcoin sedang melemah akibat telah jatuh sekitar $10.000 dari harga tertingginya. Semua ini terlihat terjadi akibat Dolar Amerika yang menjadi salah satu penyebab utama mengapa Bitcoin terkoreksi.

Bitcoin Melemah

Walau tidak bisa diprediksi, koreksi saat ini adalah salah satu koreksi terdalam yang terlihat di pasar crypto akibat Bitcoin telah jatuh lebih dari 20%. Namun, relatif terhadap Bitcoin, koreksi ini masih sangat wajar akibat pergerakannya yang volatil.

Terakhir Bitcoin jatuh lebih dalam dari saat ini adalah pada awal 2020 saat Covid-19 menyerang hampir seluruh negara dan Bitcoin jatuh ke $4.000. Bersamaan dengan ini, Dolar Amerika juga mengalami inflasi yang cukup tinggi.

Depresiasi ini membuat mayoritas pasar crypto jatuh akibat hilangnya kepercayaan terhadap mata uang baru ini. Namun, seperti yang bisa kita lihat sekarang, semuanya telah berubah.

Tapi, pada saat itu, mayoritas bursa mengalami kepanikan dengan apa yang diketahui sebagai depresiasi kedua terbesar setelah 2018.

Saat ini, koreksi nampaknya tidak akan sedalam saat itu namun tetap akan mempengaruhi pasar crypto secara signifikan. Salah satu penyebabnya adalah akibat Dolar Amerika yang terlihat menguat terhadap beberapa mata uang utama.

Dolar Amerika Menguat

Dengan menguatnya Dolar Amerika yang memiliki korelasi negatif terhadap Bitcoin, harga Bitcoin masih diragukan oleh beberapa analis untuk dapat naik kembali. Hal ini disebabkan Bitcoin merupakan aset yang dikategorikan sebagai aset berisiko akibat volatilitasnya.

Sifat ini berlawanan dengan surat utang negara yang nampaknya menjadi penyebab mengapa Dolar Amerika mengalami apresiasi. Dengan banyaknya investor yang beralih ke aset aman seperti surat utang, Bitcoin menjadi tertinggal.

Baca juga: Mayoritas Bank Sentral di Dunia Beralih ke Mata Uang Digital

Selain itu, dengan naiknya pembelian surat utang negara, maka nilai Dolar Amerika menjadi naik akibat jumlah yang beredar menjadi turun. Oleh karena itu saat dengan adanya korelasi negatif ini, investor nampak kembali ke Dolar Amerika.

Hal ini disebabkan sebelumnya saat inflasi terjadi, masyarakat mencari pengganti Dolar Amerika untuk pengaman kekayaan. Bitcoin terlihat menjadi tujuan utama akibat kekuatannya pada Tahun 2020 tengah hingga akhir.

Namun dengan kemungkinan kembali normal, ada kemungkinan bahwa Bitcoin akan jatuh walau tidak dapat diketahui secara pasti. Tetapi melihat partisipasi dari mayoritas investor institusional terhadap Bitcoin, kemungkinan tersebut menjadi kecil.

 

Tags: