Bio Farma menargetkan produksi sekitar 250 juta dosis vaksin Covid-19 pada tahun 2021 yang akan datang. Dikabarkan produksi akan mulai dilaksanakan setelah dilakukannya uji klinis ketiga.

Bio Farma Menargetkan Penyediaan Vaksin

Dikabarkan bahwa Menteri Luar Negeri dan Menteri BUMN Indonesia baru saja berkunjung ke Cina untuk meresmikan perjanjian terkait vaksin Covid-19. Perjanjian tersebut salah satunya adalah berisi tentang kesepakatan vaksin melalui tanda tangan kontrak dan juga pembahasan persediaan. Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, menyatakan bahwa Cina terlihat memiliki komitmen tinggi untuk melakukan kerja sama bersama Indonesia. Sehingga beliau positif bahwa kesepakatan kerja sama untuk penyediaan vaksin akan berjalan baik.

Pada pertemuan tersebut, dikabarkan juga bahwa penandatanganan kontrak kerja sama antara Cina dan Indonesia telah dilakukan. Kontrak yang dimaksud adalah kerja sama antara Bio Farma dengan Sinovac, perusahaan farmasi dari Cina. Perjanjian yang telah ditandatangani ini, berisi kesepakatan terkait penyediaan vaksin Covid-19. Dinyatakan bahwa dalam kesepakatan tersebut Sinovac akan memberikan 40 Juta dosis vaksin Covid-19 mulai dari November 2020 hingga Maret 2021.

Setelah menyampaikan hasil dari pertemuan di Cina, kabar lain juga disampaikan mengenai produksi vaksin Covid-19 di Indonesia. Dikabarkan bahwa mulai kuartal pertama 2021, diperkirakan bahwa Indonesia sudah bisa memproduksi vaksin Covid-19 sendiri. Produksi ini akan dilakukan oleh Bio Farma setelah uji klinis tahap tiga, pada Januari 2021, selesai dilakukan. Kabar ini menjadi kabar baik bagi perekonomian dan juga bagi sektor farmasi terutama dalam dunia pasar saham.

Dampak bagi Saham Farmasi

Dengan adanya kabar ini, saham-saham farmasi seperti KLBF, KAEF, dan INAF, yang memiliki hubungan langsung dengan Bio Farma, kemungkinan naik. Hal ini disebabkan oleh kabar tersebut yang memberikan sentimen positif akibat adanya waktu perkiraan vaksin. Selain itu, akibat saham ini yang berada di kategori saham barang konsumen, kemungkinan sektor tersebut akan terangkat pada pembukaan pekan depan.

Baca juga: Penjualan Kendaraan Roda Empat Naik! Astra Tingkatkan Produksi

Sehingga, pekan depan, sangat baik jika dimanfaatkan untuk membeli saham di sektor farmasi akibat adanya insentif besar yang akan datang. Selain itu, adanya sentimen ini juga menjadi tambahan bagi pergerakan positif yang telah dilakukan oleh saham-saham ini dalam beberapa pekan terakhir. Sehingga, kemungkinan besar kedepannya, saham-saham ini akan terus sehat.

Tags: