Wall Street Menguat, Bursa Saham Asia Ikutan Nih~

Bursa saham Asia Pasifik naik pada pembukaan pada Kamis (29/9/2022), menyusul wall street yang menguat semalam.

Reli di Amerika Serikat (AS) terjadi setelah Bank of England mengatakan akan melakukan intervensi di pasar obligasi untuk menstabilkan kondisi.

Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 1 persen dan indeks Topix naik 0,31 persen. S&P/ASX 200 Australia melonjak 1,38 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi bertambah 1,5 persen dan indeks Kosdaq 2,5 persen lebih tinggi. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,72 persen.

Semalam di AS, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 548,75 poin, atau 1,88 persen, menjadi 29.683,74. Indeks S&P 500 naik 1,97 persen menjadi 3.719,04, bangkit kembali setelah mencatat penurunan pasar bearish baru pada sesi sebelumnya. Indeks Nasdaq Composite naik 2,05 persen menjadi 11.051,64 pada penutupan.

Anak perusahaan China Vanke Onewo dan pembuat EV China Zhejiang Leapmotor Technology akan memulai perdagangan di Hong Kong pada Kamis, keduanya menjadi salah satu penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) terbesar pada 2022.

Saham teknologi telah mengalami tahun yang sulit sejauh ini tetapi seorang analis Rosenblatt Securities berpikir aksi jual adalah kesempatan bagi investor jangka panjang untuk membeli saat penurunan.

“Jauhi yang kalah,” kata dia dikutip dari CNBC.

Ia merekomendasikan pemenang dalam berbagai pertempuran sekuler dan pertempuran evolusioner di bidang teknologi.

Baca juga: Wall Street Koreksi 3 Hari Beruntun!

Di sisi lain, Bank sentral China telah memperingatkan agar tidak bertaruh pada yuan di kedua arah, setelah penurunan yang cepat terhadap dolar AS pada minggu ini.

“Jangan bertaruh pada apresiasi sepihak atau Depresiasi nilai tukar renminbi,” kata bank sentral dalam sebuah pernyataan China di situs webnya Rabu malam, dikutip dari CNBC, Kamis (29/9/2022).

Ini berdasarkan pembacaan pidato oleh wakil gubernur Liu Guoqiang pada pertemuan konferensi video tentang valuta asing hari itu.

Anak perusahaan China Vanke Onewo dan pembuat EV Zhejiang Leapmotor Technology akan memulai perdagangan di pasar Hong Kong.

Kedua perusahaan masing-masing telah mengumpulkan lebih dari USD 700 juta atau Rp 10,63 triliun (asumsi kurs Rp 15.194 per dolar AS) dalam IPO yang kurang diminati oleh investor ritel.

Reuters melaporkan, saham Onewo dan Leapmotor jatuh di perdagangan pasar abu-abu pada Rabu. Chris Harvey dari Wells Fargo memperkirakan saham akan terus bergerak naik.

“Lonjakan short interest, kecenderungan penjualan ritel, dan tindakan BOE semuanya menunjukkan saham akan melanjutkan pemantulan oversold mereka selama beberapa hari ke depan,” katanya dalam sebuah catatan kepada klien pada Rabu.

 

Sumber

Baca juga: Ini Dia Penyebab Rupiah Anjlok, Simak Penjelasan BI