Wall street atau bursa saham Amerika Serikat (AS) anjlok pada perdagangan Rabu (13/07) setelah inflasi Juni mencapai level tertinggi sejak 1981. Hal itu menambah kekhawatiran kalau bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) akan menjadi lebih agresif untuk meredam kenaikan harga.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones anjlok 208,54 poin atau 0,67 persen ke posisi 30.772,79. Indeks S&P 500 melemah 0,45 persen menjadi 3.801,78. Indeks Nasdaq tergelincir 0,15 persen menjadi 11.247,58.

“Tidak ada yang berputar-putar, selain the Fed harus menjadi lebih agresif dalam waktu dekat dan menekan permintaan. Itu memperkuat resesi sekarang. Saya pikir resesi adalah keniscayaan,” ujar Liz Ann, dari Charles Sachwab dikutip dari CNBC, Kamis (14/7/2022).

Indeks harga konsumen naik 9,1 persen secara year over year (yoy) pada Juni 2022. Inflasi ini lebih tinggi dari Mei sebesar 8,6 persen yang merupakan kenaokan terbesar sejak 1981. Ekonom yang disurvei Dow Jones telah antisipasi 8,8 persen.

Inflasi inti yang tidak termasuk harga makanan dan energi berada di 5,9 persen, dan ini di atas perkiraan 5,7 persen. Saham bergejolak sepanjang hari seiring investor mencerna data inflasi terbaru dengan indeks Dow Jones sebanyak 466 poin. Pada satu titik, indeks Nasdaq dan S&P 500 masing-masing turun lebih dari 2 persen dan 1,5 persen.

Baca juga: Wall Street Anjlok, Dow Jones Koreksi Terbesar sejak 2020

Sektor saham konsumen naik hampir 0,9 persen didorong saham Domino Pizza, Bath and Body Works, Tesla. Sementara itu, saham Boeing, Walgreens, dan UnitedHealth masing-masing turun 2 persen sehingga mendorong Dow Jones ke wilayah negatif.

Saham teknologi menguat dengan Amazon, Netflix, Tesla masing-masing menguat lebih dari 1 persen meski ada kekhawatiran pertumbuhan yang meningkat. Langkah ini secara singkat membawa Nasdaq kembali bergerak ke wilayah positif. Saham Twitter naik hampir 8 persen karena perusahaan itu menggugat Elon Musk.

Seiring dengan laporan inflasi, investor terus memantau laba kuartal II untuk petunjuk kesehatan perusahaan AS. Saham Delta Air Lines turun sekitar 4,5 persen setelah membukukan hasil yang beragam.

Di tengah berita, saham United dan American Airlines masing-masing turun sekitar 1 persen dan 3 persen. Saham kapal pesiar berjuang dengan Royal Caribbean merosot 2,1 persen dan Carnival merosot lebih dari 1 persen.

 

Sumber

Baca juga: Wall Street Menguat Didorong Kenaikan Suku Bunga The Fed