Penjulan ritel Amerika Serikat yang menurun pada bulan Maret berimbas pada penurunan bursa saham AS, Wall Street, pada pertengahan pekan ini.

Dow Jones Industrial Average turun 2,05% ke poin 23.456. Indeks S&P  500 turut menurun sebesar 2,35% ke poin 2.778. Nasdaq Composite juga mengalami hal yang sama dengan pelemahan 2,08% ke pin 8.338.

Penurunan Besar Terjadi di Sektor Ritel

Berdasarkan laporan dari Departemen Perdagangan AS, penjualan ritel bulan Maret turun sebesar 8,7%. Ini merupakan catatan penurunan terbesar penjualan ritel Amerika Serikat sejak tahun 1992. Departemen Perdagangan merevisi data penjualan ritel pada bulan Februari dari laporan sebelumnya yang mengalami penurunan sebesar 0,5% mengalami perbaikan menjadi 0,4%.

Sebelumnya polling Reuters sempat meramalkan penurunan sebesar 8% pada saham Wall Street secara perbulan tetapi fakta di lapangan kini menunjukkan angka yang lebih besar. Dalam setahun, penjualan ritel bulan lalu turun sebesar 6,2%.

Penjualan di sektor otomotif mengalami penurunan drastic sebesar 25,6%, setelah harus kembali turun 0,5% pada bulan Februari. Penjualan sektor pakaian juga sejalan dengan penurunan 50,5%, disusul dengan penurunan di penjualan furniture sebesar 26,8%. Penjualanbarang elektronik dan keperluan rumah tangga juga masih mengalami hal yang sama dengan turun 15,1%. Restorn dan bar juga harus merugi dengan penurunan penjualan sebesar 26,5%.

Baca juga: Wall Street Hadapi Aksi Sell Off Masif

Sektor Ekonomi AS Turun 9%

Konsumen di Amerika berkontribusi dua pertiga bagian dari perekonomian AS. Goldman Sachs, bank investasi multinasional Amerika, memperkirakan sektor ekonomi AS akan mengalami penurunan sebesar 9% secara tahunan pada kuartal pertama. Jika perkiraan ini benar, maka ini merupakan penurunan paling besar sejak kuartal pertama di tahun 1958.

Sektor manufaktur AS juga mengalami kesulitan. Berdasarkan data dari Federan Reserve menunjukkan bahwa produksi manufaktur AS mengalami dampak yang paling besar dengan catatan penurunan paling besar sejak tahun 1946 pada bulan Maret lalu. Produksi manufaktur terjun sebesar 6,3% pada bulan lalu. The Fed juga merevisi data produksi manurfaktur untuk bulan Februari yang sebelumnya naik 0,1%  menjadi turun 0,1%.

Rilis kinerja emiten kuartal pertema tidak hanya mengungkapkan data ekonomi tetapi juga turut menekan Wall Street. Harga saham Bank of America, Goldman Sachs, dan Citigroup turun setalah bank-bank tersebut mengumumkan untuk menyisihkan pencadangan akibat ptensi kerugian dari virus corona, menyusul JPMorgan Chase & Co dan Wells Fargo & Co yang terlebih dahulu sudah mengambil keputusan.

“Investor perlu bersiap menghadapi laporan kinerja yang buruk dalam beberapa hari, pekan, hingga beberapa bulan,” ujar David Trainer, chief executive officer New Constructs kepada Reuters.

 

Tags: