Prancis dan Belanda telah bekerjasama untuk mendesak Uni Eropa agar menegakkan standar lingkungan dan tenaga kerja dengan lebih kuat. Mereka berusaha mengarahkan negara-negara blok menandatangani kesepakatan dagang baru Uni Eropa, menurut sebuah dokumen yang dilansir dari Reuters.

Inisiatif ini muncul ketika Uni Eropa mencoba untuk merundingkan kesepakatan perdagangan baru dengan Inggris, yang secara formal meninggalkan blok pada 31 Januari,. Di tengah kekhawatiran bahwa Uni Eropa mungkin berupaya mengurangi tenaga kerja setempat dan standar lingkungan untuk meningkatkan daya saingnya.

Keterlibatan perdagangan Belanda yang secara tradisional sangat pro-bebas menggarisbawahi pergeseran pemikiran Eropa. Terkait dengan perlunya melindungi industri dan pekerjaan dalam negeri, ungkap seorang diplomat Prancis. Terutama ketika pandemi virus corona menyerang ekonomi global.

Agenda China-First ‘yang lebih asertif dari China dan A.S. Donald Trump juga telah membantu membentuk kembali sikap Eropa terhadap perdagangan bebas.

Dalam proposal bersama mereka yang dikirim ke 25 negara anggota UE lainnya. Para menteri perdagangan Prancis dan Belanda mendesak European Commission untuk siap menaikkan tarif terhadap mitra dagang yang gagal memenuhi komitmen mereka pada pembangunan berkelanjutan.

“Instrumen kebijakan perdagangan dapat memberikan pengaruh tambahan untuk penerapan standar lingkungan dan tenaga kerja internasional,” dikutip dari dokumen terkait.

Usaha Untuk Pembangunan Berkelanjutan di Uni Eropa

Uni Eropa harus mengaitkan pengurangan tarif yang relevan dengan implementasi perdagangan yang efektif. Selain itu juga ketentuan pembangunan berkelanjutan dan bersedia untuk mengambil tindakan ketika ketentuan tersebut dilanggar.

Dilansir dari Reuters Perwakilan dari Komisi Eropa, yang menangani kebijakan perdagangan atas nama negara anggota UE, mengatakan kepada Reuters proposal itu “tepat waktu”. Akan diperhitungkan dalam tinjauan kebijakan yang diumumkan oleh Komisaris Perdagangan Phil Hogan dan direncanakan akhir

Prancis dan Belanda, yang menginginkan proposal diterapkan baik untuk kesepakatan yang sedang dinegosiasikan maupun untuk pembaruan pakta perdagangan yang ada. Mereka mendesak Komisi untuk memberi tahu negara-negara anggota secara lebih teratur tentang dampak kesepakatan perdagangan terhadap pekerjaan di Eropa dan industri dalam negeri.

Dokumen itu juga mengatakan komitmen terhadap Perjanjian Paris tentang perubahan iklim harus menjadi prasyarat untuk setiap pakta perdagangan. Trump telah memutuskan untuk meninggalkan pakta iklim.

Baca juga: Rencana Australia untuk Mendukung Pasar Saham Minyak Dunia

Wake Up Call untuk Negara-Negara Eropa

Prancis telah lama mendukung sikap lebih proteksionis terhadap perdagangan. Pada awal KTT Uni Eropa pertamanya pada tahun 2017, Presiden Emmanuel Macron mengatakan menarik investasi asing tidak harus berarti mengekspos Eropa ke “gangguan globalisasi”. Ia juga memperingatkan Uni Eropa agar tidak terlalu “naif” dalam perdagangan global.

Perwakilan pemerintah Prancis mengatakan pandemic ini telah semakin mengekspos bahaya terlalu banyak bergantung pada pesaing seperti Cina. Contohnya untuk pasokan kritis dan berkontribusi terhadap peningkatan kewaspadaan di antara negara-negara Uni Eropa seperti Belanda dan Nordics yang telah lama mendukung perdagangan bebas tanpa batas.

“Negara-negara yang tadinya memandang agenda ini sangat Prancis beberapa bulan lalu sekarang bergeser. Ada semacam wake up call di Eropa.” Ujar salah seorang perwakilan pemerintah Prancis.

Tags: