Kontrak jangka panjang indeks saham utama Amerika naik pada Selasa pagi akibat dari beberapa faktor dari pemerintah dan bank sentral.

Faktor Pengaruh dari Pemerintah

Bloomberg melaporkan pernyataan bahwa Kabinet Presiden Trump akan menyiapkan 1Triliun Dolar Amerika untuk proposal bidang infrastruktur.

Kontrak Jangka Panjang Dow Jones Industrial Average naik 308 poin, yang menandakan akan adanya kemungkinan naik hingga 350 poin Selasa ini. S&P-500 dan Nas-100 juga mengalami pergerakan awal yang positif pada Selasa ini

Bloomberg melaporkan bahwa akan ada anggaran sebesar 1 Triliun Dolar Amerika dari negara untuk bidang infrastruktur. Pengalihan dari anggaran awal untuk infrastruktur ini, akan tertuju pada beberapa infrastruktur tradisional seperti jalanan dan jembatan. Namun dana juga akan disimpan untuk pengalihan kepada infrastruktur koneksi internet 5G dan pemancar sinyal di daerah pedesaan.

Pada awal pembukaan pasar, kontrak jangka panjang Dow sudah lompat 500 poin. Peningkatan tersebut terjadi bersamaan dengan laporan bahwa Korea Utara melakukan peledakan bom pada kantor penghubung dengan Korea Selatan. Pergerakan pada Selasa pagi, merupakan pergerakan naik kembali dari pergerakan indeks saham besar Amerika yang sedang mengalami pergerakan ke bawah.

Indeks Dow Jones Industrial Average tutup 157,62 poin lebih tinggi pada Hari Senin setelah jatuh sebesar 760 poin. Indeks S&P 500 naik sebesar 0,8% pada Hari Senin dan mencapai titik harga 3.066,59 Dolar Amerika. Nasdaq 100 naik 1,4% ke harga 9.726,02. Sebelum mengalami pergerakan naik ini, S&P 500 telah jatuh sebesar 2.5% dan Nasdaq telah jatuh juga sebesar 1.9%.

Baca Juga: Saham Asia Turun Karena Kekhawatiran Pandemi Covid-19 Kembali Muncul

Mayoritas Trader, mengacu pada pengumuman dari The Fed pada Hari Senin, untuk menggunakannya sebagai momentum pendorong indeks-indeks saham besar ke atas.

Faktor Pengaruh dari Bank Sentral

Bank sentral mengkonfirmasi akan ada operasi pasar terbuka dengan pembelian surat berharga korporat, yang awalnya hanya sebuah spekulasi para pengamat. Pernyataan ini merupakan salah satu bukti bahwa bank sentral akan tetap mendukung pergerakan pasar keuangan selama masa pandemi COVID-19. Pernyataan ini juga salah satu cara untuk meyakinkan investor agar tidak perlu ada kekhawatiran.

Strategis dari Evercore ISI, Dennis DeBusschere menyatakan bahwa terdapat pergerakan baru dalam pasar sekunder yaitu pembelian secara individu. Pergerakan ini terjadi setelah adanya pengumuman dari The Fed. Pergerakan ini menjadi alasan dari ketatnya spread kredit. Hal ini dikarenakan kepercayaan investor bahwa seluruh program yang akan digelar oleh pemerintah dan bank sentral akan terjadi. Jika tidak, maka spread akan menjadi sangat longgar, dan The Fed harus membeli lebih banyak surat utang lagi untuk menjaga kestabilan pasar kredit.

Pengumuman dari bank sentral pada Hari Senin datang satu hari tepat sebelum adanya pidato dari Jerome Powell. Beliau akan memberikan pidato dan beberapa informasi baru pada Hari Selasa dan Rabu dalam testimoni ekonomi paruh bulannya.

Wall Street juga akan meneliti lebih dalam data pembelanjaan konsumen melalui data penjualan ritel dan juga produksi sektor industri serta inventaris bisnis, pada Hari Selasa.

Dilansir dari: CNBC

Tags: