Elon Musk, kini mengikuti jejak para selebritas lainnya dengan meluncurkan produk parfumnya sendiri. Ia menamai bisnis barunya itu dengan cukup jenaka, yakni “Burnt Hair”.

Dibuat oleh Boring Company milik Musk, Burnt Hair yang diklaim sebagai parfum terwangi itu dibanderol 100 dolar AS atau sekitar Rp 1,5 juta per botol. Parfum tersebut bakal siap didistribusikan pada awal 2023, namun sudah bisa dipesan dari sekarang.

“Dengan nama yang saya miliki (Musk), masuk ke bisnis parfum seperti tak terelakkan untuk saya. Mengapa saya menundanya begitu lama?” kata Elon dalam cicitannya, seperti dilansir Page Six, Kamis (13/10/2022).

Dalam situs resminya, Burnt Hair didefinisikan sebagai “wewangian dari hasrat yang bikin mual”. Meski deskripsinya seperti itu, lini parfum baru Elon disambut hangat oleh banyak orang. Pada Rabu, pria berusia 51 tahun itu mengungkap bahwa Burnt Hair sudah laku hingga 10 ribu botol.

“Tidak ada yang lebih baik dari ini,” kata Elon yang juga mengubah bio di Twitter-nya menjadi perfume salesman.

Baca juga: Carbon-neutral Bitcoin? Model Baru untuk Kurangi Jejak Karbon Bitcoin

Namun demikian, tak semua orang antusias dengan bisnis baru sang miliarder. Seorang warganet bergurau, “Jika saya ingin Burnt Hair, saya akan naik Tesla”.

Di sisi lain ada juga warganet yang mengaku tak minat dengan parfum ini karena Elon telah melontarkan saran kontroversial agar Ukraina menyerahkan Krimea ke Rusia. Elon juga menyarankan Ukraina untuk menyetujui netralitas.

“Anda menjadi pria yang baik dengan parfum dan semua roket Anda, dan kemudian Anda menyarankan Ukraina untuk berdamai dengan Rusia? Saya membeli Tesla Anda ketika Anda mengirim Starlinks ke Ukraina. Saya siap menjualnya lagi sekarang. Maaf, tidak ada yang menyukaimu sekarang,” kata seorang warganet.

Ini bukan kali pertama Elon Musk merilis bisnis baru di luar mobil. Pada 2018, Elon pernah menjual penyulut api melalui The Boring Company yang menurutnya akan membuat revolusi baru untuk barbeku.

Lalu, pada 2020, Elon juga pernah menjual celana pendek Tesla Shorts edisi terbatas. Barangnya tersebut terjual habis dalam hitungan menit.

 

Sumber

Baca juga: Apa itu Buyback dan Token Burn dalam Cryptocurrency?

Tags: