Dolar AS naik ke level tertinggi baru 20 tahun di awal perdagangan Eropa Selasa (12/07) petang. Euro jatuh mendekati tingkat paritas di tengah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global, masalah energi Eropa dan ekspektasi kenaikan suku bunga agresif lanjutan dari Federal Reserve.

Pukul 13.55 WIB, Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap mata uang lainnya, diperdagangkan menguat 0,4% ke 108,225, setelah sebelumnya naik ke 108,47, level tertinggi sejak Oktober 2002.

Dolar AS telah melonjak tahun ini kala Federal Reserve AS telah terbukti menjadi salah satu bank sentral paling agresif dalam langkah pengetatan kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi yang tinggi merajalela.

Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin di bulan Juni, kenaikan suku bunga terbesar sejak tahun 1994, dan rilis IHK hari Rabu diperkirakan akan naik menjadi 8,8% periode tahunan di bulan Juni, mengarah pada kenaikan besar lainnya.

“Kami pikir pesan keseluruhan untuk pasar adalah bahwa pengetatan agresif lanjutan dari Fed tetap diperlukan, yang seharusnya mengkonsolidasikan narasi yang mendasari dukungan untuk dolar,” kata analis di ING dalam catatan.

EUR/USD turun 0,2% ke 1,0021, setelah jatuh di 1.0006 Selasa sebelumnya, titik terlemah sejak Desember 2002.

Mata uang tunggal ini sedang dilanda krisis pasokan energi potensial di wilayah tersebut karena pipa tunggal terbesar yang membawa gas Rusia ke Jerman, pipa Nord Stream 1, telah memulai pemeliharaan tahunannya pada hari Senin, di mana pasokan diperkirakan akan berhenti selama 10 hari.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan pada hari Senin bahwa Eropa harus bersiap menghadapi kondisi penutupan penuh pasokan gas dari Rusia, dan banyak yang khawatir Rusia dapat mengambil kesempatan ini untuk menghentikan atau memangkas ekspornya secara signifikan.

Baca juga: Kurs Rupiah Melemah Lagi! Sentuh Rp14.983 per dolar AS

“Ada banyak diskusi tentang EUR/USD yang mencapai paritas dan mengingat risiko penurunan yang masih ada … kemungkinan hal ini terjadi pada awal minggu ini cukup tinggi,” tambah ING.

Perhatian akan beralih ke rilis nanti di sesi Indeks sentimen ekonomi ZEW Jerman untuk bulan Juli, yang diperkirakan akan melemah secara substansial karena pertumbuhan melambat di ekonomi terkemuka Eropa.

Di tempat lain, USD/JPY beranjak turun ke 137,38, usai mencapai level tertinggi baru 24 tahun di 137,75 pada hari Senin. Tren ini terjadi setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda berjanji untuk mempertahankan sikap kebijakan moneter longgarnya untuk mencoba dan meningkatkan stabilitas ekonomi negara yang bermasalah, bahkan ketika mata uangnya merosot.

GBP/USD turun 0,2% di 1,1865, sebelumnya tenggelam ke level terendah baru dua tahun di 1,1847. Partai Konservatif Inggris yang berkuasa mencoba untuk memutuskan pemimpin berikutnya dan dengan demikian juga menentukan posisi perdana menteri.

“Kami memperkirakan poundsterling hanya sedikit dipengaruhi oleh kontes kepemimpinan ‘Tory’, dan risiko penurunan yang berasal dari lingkungan eksternal yang menantang, prospek domestik yang suram dan potensi repricing dovish dari ekspektasi suku bunga Bank of England tampaknya akan tetap jauh lebih relevan,” sebut ING.

Aset sensitif terhadap risiko AUD/USD turun sedikit ke 0,6729, tepat di atas level terendah dua tahun yang dicapai pada hari Senin, sementara USD/CNY naik 0,2% menjadi 6,7304, dengan yuan terbebani oleh penyebaran wabah COVID di China.

Sumber

Baca juga: Dolar AS Melemah Selasa Pagi di Perdagangan Asia

Tags: