Aplikasi Kripto Palsu, Hati-hati!

FBI baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada konsumen tentang berbagai aplikasi kripto palsu yang telah menipu 244 korban sekitar USD 42,7 juta atau setara Rp 641 miliar sejak Oktober 2021.

Hal itu disampaikan FBI dalam sebuah surat peringatan, yang diterbitkan pada Senin, 18 Juli 2022 waktu setempat.  “FBI telah mengamati penjahat cyber yang menghubungi investor AS, dengan curang mengklaim menawarkan layanan investasi cryptocurrency yang sah, dan meyakinkan investor untuk mengunduh aplikasi seluler palsu, yang telah digunakan oleh penjahat untuk menipu investor cryptocurrency,” isi surat peringatan FBI, dikutip dari CNBC, Rabu (20/7/2022).

FBI mengidentifikasi satu kasus di mana individu yang beroperasi di bawah nama perusahaan YiBit menipu korban sebesar USD 5,5 juta, dan kasus lainnya di mana individu yang berpura-pura menjadi lembaga keuangan AS berhasil menipu investor sebesar USD 3,7 juta.

YiBit meyakinkan penggunanya untuk mengunduh aplikasi YiBit dan menyetor kripto. Setelah penyetoran ini, 17 korban menerima email yang menyatakan mereka harus membayar pajak atas investasi mereka sebelum menarik dana. Empat korban tidak bisa menarik dana.

Baca juga: Hati-hati! LinkedIn Digunakan untuk Penipuan Kripto

FBI mengatakan aplikasi lain, yang disebut Supayos, atau Supay, juga menipu investor dengan meminta setoran dan kemudian membekukan dana satu pengguna setelah memberi tahu dia persyaratan saldo minimum adalah USD 900.000.

Lebih dari 99 persen Gen Z dan 98 persen milenial menggunakan aplikasi mobile banking secara teratur, dan FBI mendorong investor dan lembaga keuangan untuk waspada terhadap permintaan yang tidak diminta untuk mengunduh aplikasi investasi.

FBI merekomendasikan untuk memverifikasi aplikasi dan perusahaan itu sah sebelum memberikan informasi keuangan pribadi apapun kepada mereka.

Sebelumnya, Wakil gubernur Bank sentral Inggris untuk stabilitas keuangan, Sir Jon Cunliffe, memperingatkan kripto sangat rentan terhadap sentimen dan berpotensi untuk runtuh. Dia mendesak regulator untuk “melanjutkan pekerjaan” dan segera mengatur kripto.

“Aset keuangan tanpa nilai intrinsik hanya sepadan dengan apa yang akan dibayar pembeli berikutnya. Oleh karena itu mereka secara inheren mudah berubah, sangat rentan terhadap sentimen dan cenderung runtuh,” kata Cunliffe dikutip dari Bitcoin.com, Selasa (19/7/2022).

Bank sentral Inggris menambahkan volatilitas baru-baru ini di pasar kripto tidak menimbulkan risiko bagi sistem keuangan secara keseluruhan, karena kripto tak cukup terintegrasi dalam sistem keuangan lainnya.

Sumber

Baca juga: Suku Bunga Naik Inflasi Turun, Waspada Ekonomi Melambat!