Penipuan Kripto di LinkedIn, Waspada!

FBI dan LinkedIn (LNKD) saat ini tengah bekerja sama untuk memerangi para jaringan penipu yang menggunakan platform pencarian kerja untuk memikat investor ke dalam skema penipuan kripto.

Agen khusus FBI, Sean Ragan mengatakan pelaku jahat menimbulkan “ancaman signifikan” bagi LinkedIn dan konsumennya. Ragan sendiri bertanggung jawab atas kantor lapangan San Francisco dan Sacramento, California.

“Aktivitas penipuan jenis ini signifikan, dan ada banyak calon korban. Dan ada banyak korban dulu dan saat ini,” kata Ragan dikutip dari CoinDesk, Sabtu (18/6/2022).

Ragan menjelaskan sedikit skenario yang dilakukan para penjahat. Seorang penipu akan berpura-pura sebagai profesional dengan profil palsu dan menghubungi pengguna LinkedIn. Dimulai dengan obrolan ringan sebelum beralih ke tawaran untuk menghasilkan uang melalui investasi kripto.

Akhirnya, penipu memanfaatkan kepercayaan yang diperoleh selama berbulan-bulan untuk mengarahkan pengguna menginvestasikan uang ke situs yang dikendalikan oleh pelaku. Kemudian menguras akun.

Sekelompok korban mengatakan kepada CNBC kerugian mereka berkisar dari USD  200.000 atau sekitar Rp 2,9 miliar hingga USD 1,6 juta (Rp 23,7 miliar).

Baca juga: Hati-Hati Modus Baru Penipuan Kripto!

FBI telah melihat peningkatan penipuan investasi khusus ini, kata Ragan, membenarkan juga mereka memiliki penyelidikan aktif tetapi tidak dapat berkomentar karena itu adalah kasus terbuka.

LinkedIn mengakui dalam sebuah pernyataan kepada CNBC, telah terjadi peningkatan penipuan baru-baru ini di platformnya.

“Kami bekerja setiap hari untuk menjaga keamanan anggota kami. Ini termasuk berinvestasi dalam pertahanan otomatis dan manual untuk mendeteksi dan menangani akun palsu, informasi palsu, dan dugaan penipuan,” kata perusahaan itu.

Sementara itu, LinkedIn mengatakan tidak memberikan perkiraan tentang berapa banyak uang yang telah dicuri dari anggota melalui platformnya. Ia mengatakan telah menghapus lebih dari 32 juta akun palsu dari platformnya pada 2021, menurut laporan tengah tahunan tentang penipuan, tambah laporan itu.

Laporan tersebut mengungkapkan mayoritas pelaku telah dilacak oleh Organisasi Anti-Scam Global, sebuah kelompok advokasi dan pendukung korban.

 

Sumber

Baca juga: FTC: Korban Penipuan Kripto Sentuh Rp14,43 Triliun Sejak 2021