Perusahaan kripto Celsius telah memulai proses pengajuan perlindungan kebangkrutan bagian 11 setelah satu bulan kekacauan.

Dalam pernyataan Rabu, Celsius mengatakan akan berupaya menstabilkan bisnisnya dengan merestrukturisasi dengan cara yang memaksimalkan nilai bagi semua pemangku kepentingan.

Melansir CNBC, Celsius mengatakan memiliki uang tunai USD 167 juta atau Rp 2,5 triliun (asumsi kurs Rp 15.071 per dolar Amerika) untuk mendukung operasi sementara itu.

Sebelumnya, CNBC melaporkan pengacara perusahaan memberi tahu regulator negara bagian AS pada Rabu malam, menurut sebuah sumber, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena prosesnya bersifat pribadi.

“Ini adalah keputusan yang tepat untuk komunitas dan perusahaan kami,” kata salah satu pendiri dan CEO Celsius Alex Mashinsky, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNBC, Kamis (14/7/2022).

“Saya yakin bahwa ketika kita melihat kembali sejarah Celsius, kita akan melihat ini sebagai momen yang menentukan, di mana bertindak dengan tekad dan kepercayaan diri melayani masyarakat dan memperkuat masa depan perusahaan,” ia menambahkan.

Perusahaan yang berbasis di Hoboken, New Jersey menjadi berita utama sebulan yang lalu setelah membekukan akun pelanggan, menyalahkan kondisi pasar yang ekstrem.

Berita pada Rabu menandai kebangkrutan kripto profil tinggi terbaru karena harga anjlok. Voyager mengajukan perlindungan kebangkrutan bagian 11 minggu lalu, setelah menderita kerugian karena terpapar dana lindung nilai yang sekarang sudah tidak berfungsi, Three Arrows Capital.

Baca juga: Revlon Bangkrut, Sahamnya Malah Naik 245%

Seorang hakim di pengadilan kebangkrutan New York membekukan sisa aset Three Arrows Capital minggu ini. Dana tersebut kini dalam proses proses likuidasi.

“Sayangnya, ini sudah diduga. Itu sudah diantisipasi. Namun, itu tidak menghentikan penyelidikan kami. Kami akan terus menyelidiki perusahaan dan bekerja untuk melindungi kliennya, bahkan melalui kebangkrutannya,” Direktur penegakan di Texas State Securities Board,Joseph Rotunda, mengatakan tentang pengajuan kebangkrutan Celsius.

Celsius tidak segera menanggapi permintaan komentar CNBC.

Perusahaan memiliki lebih dari 100.000 kreditur, yang dapat mencakup pelanggan dan rekanan pinjaman, menurut dokumen kebangkrutan. Klaim tanpa jaminan terbesarnya adalah USD 81 juta atau Rp 1,2 triliun dari Pharos Fund yang berbasis di Caymans Island.

Pengajuan tersebut juga mencantumkan perusahaan perdagangan miliarder FTX CEO Sam Bankman-Fried, Alameda Research, sebagai kreditur dengan pinjaman tanpa jaminan USD 12 juta atau Rp 180 miliar.

Celsius adalah salah satu pemain terbesar di ruang pinjaman crypto dengan lebih dari USD 8 miliar atau Rp 120 triliun pinjaman kepada klien, dan hampir USD 12 miliar atau Rp 180 triliun aset yang dikelola pada Mei. Celsius mengatakan memiliki 1,7 juta pelanggan pada Juni dan bersaing dengan rekening berbunga dan imbal hasil setinggi 17 persen.

 

Sumber

Baca juga: Jepang Capai Tingkat Kebangkrutan Tertinggi Sejak Tujuh Tahun Terakhir