Pada minggu pertama bulan Maret harga Bitcoin menghadapi koreksi tajam lantaran anjloknya ekuitas pasar di seluruh dunia. Selama seminggu terakhir harga Bitcoin turun $1,500 di angka $8.454, level terendah dalam empat minggu terakhir.

Sejak awal tahun ini, Bitcoin dan sebagian besar Altcoin teratas menunjukkan kenaikan harga yang mengesankan. Para analis berpendapat bahwa peningkatan harga akan terjadi pada tahun 2020, pendapat ini disangsikan oleh penurunan saat ini.

Disatu sisi, ada penggemar bullish menargetkan valuasi tinggi, di sisi lain ada lebih banyak analis konservatif yang mempertanyakan nasib kripto di masa depan. Resiko besar dan perilaku eksplosif dari pasar kripto adalah alasan mengapa ini menjadi investasi yang menarik dibandingkan dengan aset lain. Kendati demikian, ketidakpastian pasar ini pula yang memaksa investor untuk memperluas dan beradaptasi dengan perubahannya.

Salah satu strategi dasar yang digunakan adalah investasi momentum. Strategi ini menganalisis return harian dari suatu aset (cryptocurrency, saham, indeks, dll) seta mengantisipasi kemungkinan terburuk dan terbaik dalam saat bersamaan.

Strategi ini dianggap menguntungkan pasar tradisional di mana investor membeli basket kinerja terbaik dan menjual basket kinerja terburuk. Singkatnya bullish pada winners terdahulu dan pesimis pada losers terdahulu.

Sebagai modifikasi dari strategi awal, aset individu dapat dipilih sebagai aset dengan kinerja terbaik atau terburuk hari itu dibanding berinvestasi pada baskets. Dengan mengikuti metode ini, investor akan mengambil data harian untuk aset dengan kinerja terbaik dan terburuk, tahan selama satu hari kemudian dijual kembali untuk mendapat untuk keesokan harinya.

Strategi Momentum Investasi bagi Top 50 Kripto

Penelitian mengenai penerapan strategi momentum pada 20 mata uang teratas menunjukkan akan menguntungkan jika investor membeli mata uang berkinerja terbaik.  Daripada mata uang dengan kinerja terburuk setiap hari.

Dengan memperluas sampel hingga top 50 mata uang teratas, investor dapat mengeksplorasi resiko yang lebih besar daripada koin dengan market lebih rendah. Ini tentu juga diiringi dengan risiko yang lebih tinggi.

Setelah anlisis tersebut, dapat diasumsikan bahwa investor memegang setiap crypto selama satu hari. Membeli pada closing price di hari tersebut kemudian di jual pada hari berikutnya dengan closing price.

Secara mengejutkan, investor yang menggunakan strategi ini setiap ari dari 1 januari 2019 hingga 23 Februari 2020. Ini untuk  mendapatkan return akumulatif hingga 367% dengan membeli cryptocurrency berkinerja terburuk sepanjang periode ini.

Tetapi setelah memperhitungkan biaya transaksi 0,1% return akumulatif strategi ini berkurang menjadi 248%. Di sisi lain, investor yang membeli cryptocurrency dengan kinerja terbaik dan menjualnya pada keesokan hari mendapat return negatif yang tinggi. 

Berdasaran perspektif rasio Sharpe tahunan, return yang didapatkan investor berdasarkan faktor risikonya. Strategi membeli losers menawarkan hasil yang luar biasa dengan rasio Sharpe 1,78 ketika biaya transaksi tidak masuk dalam pertimbangan. Saat mempertimbangkan biaya transaksi rasionya berkurang menjadi 1,22 tetapi rasio diatas satu masih dianggap sebagai hasil yang masuk akal.

Bitcoin, Ether (ETH), XRP, Bitcoin Cash (BCH), dan Binance Coin (BNB) jarang muncul sebagai cryptocurrency dengan kinerja harian terburuk. Cryptocurrency yang lebih kecil seperti Synthetix Network Token (SNX) sangat fluktuatif dan muncul lebih dari 40 kali sebagai crypto berkinerja terburuk dan berkinerja terbaik pada hari yang berbeda.

Selain itu, selama pengamatan, Crypto.com Coin (CRO) dan Bitcoin Diamond (BCD). Menunjukkan penampilan paling buruk, masing-masing sebanyak 32 dan 23 kali.

Momentum Berinvestasi pada Awal 2020

Berdasarkan pengamatan hingga pertengahan Februari 2020, investor yang menggunakan strategi pembelian losers menghasilkan return kumulatif sebesar 150% setelah mempertimbangkan biaya transaksi.n Strategi pembelian losers menawarkan alternatif yang menarik bagi investor, dengan rasio Sharpe 3,25 setelah mempertimbangkan biaya transaksi. Selama 7 hari analisis ini, ditemukan bahwa strategi tersebut menghasilkan return kumulatif yang sangat rendah yakni -0,74% setelah perhitungan tingkat transaksi.

Baca juga: Bitcoin dan Crypto Telah Capai 3,1 Miliar Transaksi

Pergeseran pasar yang mendasari seperti meningkatnya likuiditas koin-koin top mengurangi beberapa risiko dalam investasi momentum. Namun, seperti yang terjadi pada cryptocurrency dengan capped yang lebih kecil. Ada kemungkinan munculnya masalah likuiditas dari penggunaan jenis strategi ini karena beberapa mata uang dalam analisis mungkin tidak menghasilkan volume beli atau jual yang cukup bagi investor untuk dengan mudah masuk dan keluar dari posisi.

Perluasan strategi momentum top 50 cryptocurrency memberi return kumulatif yang lebih besar bagi investor serta penyesuaian risiko yang lebih baik di masa mendatang. Selain itu, risiko pada awal tahun masih menawarkan pilihan menarik untuk masa depan didukung dengan return yang konsisten. Namun investor harus menyadari bahwa strategi terbaik dapat bervariasi dari waktu ke waktu. 

 

Tags: