Mata uang kripto belum digunakan sebagai tempat yang aman di tengah tantangan-tantangan yang dihadapi ekonomi global di awal tahun ini, kata seorang pakar. Terlihat banyak peristiwa dunia yang mengguncang pasar tahun ini antara lain termasuk ketidakpastian kebijakan perdagangan, ketegangan geopolitik, dan epidemi virus corona. Ketika investor di seluruh dunia berjuang menemukan tempat aman menyimpan aset untuk memastikan diri melawan krisis, ternyata banyak yang akan beralih ke Bitcoin (BTC) dan mata uang digital lainnya.

Baca juga: 5 Mata Uang Kripto Ini Berhasil Meningkatkan Harganya di Tahun 2020

 Keraguan pada kemampuan kripto

Namun, beberapa pakar industri mengatakan bahwa mata uang digital telah gagal berfungsi sebagai tempat perlindungan yang aman. Dikutip dari Cointelegraph, dalam sebuah wawancara  Campbell Harvey, seorang Profesor Bisnis Internasional di Duke University, mengatakan bahwa orang-orang menghargai mata uang kripto untuk tujuan transaksional dan spekulasi.

“Ketika Anda mulai berbicara tentang tempat menyimpan aset yang aman. Ini menjadi sangat sulit untuk berpikir apakah tempat penyimpanan aset ini merupakan tempat perlindungan,  karena sifatnya tidak jelas,” kata Harvey, yang menunjukkan bahwa banyak dari nilai yang dikaitkan dengan mata uang kripto ini pada dasarnya bersifat spekulatif. 

Uraian lebih lanjutnya dari masalah ini. Harvey mengacu pada penjualan besar di pasar saham ketika secara berturut-turut tiap harinya mengalami penurun 3%. Ia menambahkan, jika kripto adalah tempat aman, maka orang-orang akan berharap mungkin tak ada perubahan dalam nilainya atau bahkan mungkin peningkatan nilai. Tapi pada kenyataannya, kripto jatuh lebih dari 10%. 

“Jadi, hal ini dinyatakan situasi yang sangat stres di mana orang-orang menyadari bahwa sedang berlangsung risiko sistemik. Pasar saham menurun seperti yang diperkirakan, orang-orang beralih menuju aset yang aman, tapi mereka tidak lari ke kripto, mereka beralih ke U.S. 10-year bond (10Y), ” ujarnya dilansir dari Cointelegraph. 

“Kita Sedang Dalam Resesi”

Harvey berbicara tentang hasil inverted curva, yang, menurutnya, mendahului resesi.  Ia mengatakan bahwa resesi akan sangat parah, karena orang-orang telah mengurangi risiko portofolio mereka dengan melikuidasi beberapa mata uang kripto sewaktu menghadapi ancaman virus corona yang terjadi saat ini, 

“Kita sudah berada dalam situasi pertumbuhan yang melambat dan sudah mulai mengincar apa yang bisa jadi resesi ringan atau pengurangan. Mengingat apa yang telah terlihat di banyak kota juga banyak negara di mana aktivitas ekonomi pada dasarnya dihentikan. Bisa jadi kita sudah dalam resesi.”