Facebook mengembangkan proyek cryptocurrency dalam minggu ini. Pada saat yang sama, laporan lokal Cina menunjukkan bahwa negara tersebut mengalami kemajuan terutama pada Central Bank Digital Currency (CBDC). Informasi dalam satu minggu terakhir ini saja menunjukkan bahwa negara ini dapat mendorong perilisan mata uang digital sebagai tanggapan terhadap perubahan rencana Libra.

Libra Mencoba Mencari Cara Lain

Facebook mengguncang dunia tahun lalu, dengan mengumumkan “single global digital currency ” yang dijuluki Libra.

“Lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia tidak memiliki akses ke rekening bank. Tapi mereka bisa melalui ponsel jika sistem yang tepat ada … Saya percaya bahwa masalah ini dapat diselesaikan, dan Libra dapat membantu, ” ungkap Mark Zuckerberg, CEO raksasa media sosial

Perencanaan ambisisus yang dibagikan dengan Kongres AS ini, menuai sentiment negatif diantara para regulator dunia. Mereka menekan proyek, yang memiliki konsekuensi parah pada Asosiasi Libra, salah satu tonggak cryptocurrency masa depan. Mundurnya mitra kerjasama memaksa Facebook mengisyaratkan Libra akan ditunda dan kemudian mengumumkan perubahan besar dalam perencanaan mata uang digital ini.

Facebook meluncurkan desain yang diperbarui secara resmi minggu lalu, yang oleh banyak orang disebut “Libra 2.0.” Sekarang, alih-alih meluncurkan satu mata uang baru, Libra mempertimbangkan untuk membuat serangkaian berbagai koin digital. Masing-masing didukung oleh mata uang pemerintah yang berbeda. Beberapa koin akan berfluktuasi tergantung pada peristiwa pasar saat ini untuk mata uang fisik.

Alternatif lain menyiratkan menghapus ide ” permissionless ” di mana siapa pun dapat membantu menjalankan jaringan tanpa kontrol otoritas pusat. Sebagai gantinya, Libra akan menjadi sistem tertutup di mana hanya mitra dengan persetujuan asosiasi yang dapat beroperasi. Menurut Christian Catalini, kepala ekonom untuk asosiasi tersebut, jaringan baru berfungsi sebagai pelengkap bagi institusi tradisional.

Baca juga: Cina Bawa Persaingan Cryptocurrency ke Tahap Baru

Eksekusi Peresmian Libra Masih Butuh Waktu

Perkembangan terbaru seputar Libra dapat mendorong Cina untuk bertindak lebih cepat dalam meluncurkan CBDC sendiri. Sebagai permulaan, bergulir di internet screenshot yang diduga dari aplikasi versi uji yang terhubung ke CBDC minggu lalu.

Laporan lokal diikuti dalam beberapa hari mendatang yang mengisyaratkan bahwa kasus penggunaan publik pertama dapat terjadi bulan depan. Distrik Xiangcheng di Suzhou dilaporkan akan membayar setengah dari subsidi perjalanan yang diberikan kepada pekerja sektor publik secara digital. Selain itu, bank negara yang tidak disebutkan namanya, yang merupakan bagian dari komite pengujian CBDC, telah memungkinkan beberapa anggota Partai Komunis untuk membayar biaya keanggotaan mereka dengan CBDC.

Konfirmasi lebih lanjut dari pengembangan pengujian lanjutan datang dari Digital Currency Research Institute dari People’s Bank of China. Lembaga yang bertanggung jawab atas proyek ini menginformasikan bahwa ia sedang melakukan program uji coba dengan bank-bank milik negara. Instiut pengembang menambahkan bahwa skema percontohan akan diadakan di empat kota yakni Xiongan, Chengdu, Suzhou, dan Shenzhen. Selain itu, tempat Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing juga dapat digunakan untuk menguji mata uang digital.

Terlepas dari indikasi itu, PBoC mengklarifikasi bahwa “itu tidak berarti bahwa mata uang digital berdaulat China secara resmi diluncurkan.”  Sepertinya masih perlu waktu untuk uji coba pengembangan hingga mata uang digital satu ini dapat secara resmi diluncurkan.