Bersumber dari data akurat yang diperoleh Cointelegraph, Bitcoin ungguli emas, real estat, dan saham jika seorang investor hanya memegangnya selama empat tahun. Dilansir dari Cointelegraph pada 22 Januari 2020 lalu, Kriptografer veteran, Nick Szabo, menyoroti keberhasilan BTC sebagai alat investasi. Bitcoin memiliki kemungkinan yang tak tertandingi dibandingkan dengan banyaknya aset lain yang dianggap menguntungkan. 

Szabo: BTC hodlers “Memiliki prefensi yang singkat”

Dengan menggunakan rasio Sharpe untuk menghitung risiko dan menyesuaikan pengembalian, kreator Woobull, Willy Woo memberi Bitcoin skor untuk setiap empat tahun periode “hodl” sejak 2013, empat tahun setelah munculnya Bitcoin. 

Dengan rentang waktu tersebut, memperlihatkan adanya kesenjangan diantara Blok Bitcoin reward halving saat persediaan bagi miners dari setiap blok transaksi dikurangi hingga 50%. Hasilnya adalah Bitcoin menjadi sangat unggul dibandingkan investasi lainnya melihat secara singkat  beberapa persaingan dekade sebelumnya.

Bagi Szabo, Bitcoin memiliki pengembalian pengaturan risiko yang berkaitan erat dengan sifat alaminya sebagai bentuk desentralisasi hard money yang bebas dari manipulasi pemerintah dan bank sentral. Ia mengatakan,“Pemegang Bitcoin yang sukses memiliki waktu preferensi singkat &  diperpanjang selama periode, misalnya pergantian risiko selama 4 tahun. Jika seorang ekonom tidak meneliti sinyal pasar yang kuat mengenai penjelasan supply & demand, mereka tidak memiliki pendapat yang berguna tentang hal itu.”

“Preferensi waktu mengacu pada cara seseorang menghemat uang. Memungkinkan ia mengetahui adanya kehidupan yang lebih baik dalam hal kekayaan di masa depan, atau menghabiskan dan meminjam dari ketidakpastian akan nilainya, ” katanya lagi. 

Baca juga : Mark Keiser: Bitcoin Akan Capai $100.000 di Tengah Pandemi

Bitcoin lolos dari “keputusan subyektif”

Seperti yang dilansir dari Cointelegraph, keuntungan Bitcoin secara sederhana sejak awal Bitcoin menjadi investasi terbesar pada tahun 2010-an. Hampir 9.000.000%, di awal mata uang kripto telah terbukti sendiri “hodlers” dalam hal pengembalian. Sebagai perbandingan, risiko dalam opsi investasi yang disertakan oleh Woo muncul dari kerentanan mereka untuk menanggapi campur tangan pihak ketiga, lanjut Szabo.

Contohnya, mata uang berkembang terutama bereaksi terhadap dolar, yang pada gilirannya tidak diperbolehkan berkembang menurut kondisi pasar bebas, sebagai Federal Reserve yang “mengelola” itu. 

Bitcoin ungguli emas

Szabo menyimpulkan, “harga dolar dari aset sangat bergantung pada keputusan subjektif yang dibuat oleh Fed tentang suku bunga, suplai uang, pendanaan aset dan pembelian aset, maka Anda harus meminta mereka memprediksi akan seperti apa perilaku mereka dalam situasi semacam itu. Bahkan mereka tak bisa memprediksinya.”

Argumen serupa yang menunjukkan sebuah prinsip sentral dari buku populer Saifedean Ammous.  “The Bitcoin Standard,” yang berfokus pada kelemahan fiat mata uang karena pemerintah menolak untuk mengijinkan pasar bebas. 

Pada tahun 2020 nanti, tingkat inflasi Bitcoin diperkirakan akan turun hingga 1,8% di bawah angka emas dan target Fed bagi perekonomian Amerika Serikat, meningkatkan kembali potensinya yang dapat disesuaikan dengan risiko.

Sumber

Tags: