Bitcoin (BTC) akan mencapai 100.000 USD dan Jamie Dimon akan “mengemis” pada Bank Sentral Amerika Serikat demi uang untuk membeli. Itu hanyalah dua prediksi Max Keiser, seorang pendukung bitcoin yang disampaikan pada 5 Maret 2020 lalu, saat wabah virus corona mengakibatkan pasar keuangan jatuh lagi.

Mark Keiser: 2020 adalah “Part Dua” dari krisis tahun 2008

Di edisi terbaru Laporan Keiser di Russian Today, Max mengatakan bahwa kepanikan global akan berdampak besar terhadap Bitcoin tahun ini.  Di 2020, ia menjelaskan adanya “part kedua dari krisis keuangan global” yang awalnya memproduksi Bitcoin whitepaper di tahun 2009. 

“Bitcoin akan mengalami part dua dari krisis keuangan global yang sudah hampir mendekati 10,000 USD”, kata Mark Keiser lagi. 

“Inilah krisis keuangan global yang akan melontarkan harga hingga 100.000 USD lebih.” Dilansir dari Cointelegraph, pada minggu lalu Bitcoin telah mengalami kerugian sejalan dengan buruknya traditional market, beberapa diantaranya juga mencakup emas.

Baca juga: Energy Value Bitcoin Prediksi Harga BTC $100.000

Percobaan Pertama yang Dilalui Bitcoin dalam Krisis Ekonomi Global

Pada video wawancara tersebut, Keiser juga mengatakan, ketika terjadi krisis ekonomi global di tahun 2008, bitcoin belum diciptakan. Bitcoin baru rilis di tahun 2009, dan ini menjadi percobaan pertama bitcoin dalam menghadapi krisis ekonomi global. 

Sebelumnya Bank Sentral Amerika Serikat kehilangan akuntabilitas dengan pencetakan uang sekitar 3.200 USD.  Mereka akan terus menerbitkan uang dolar dalam jumlah tak terbatas dan sampai pada titik  jenuhnya.  Max juga menegaskan, peristiwa yang sangat wajar jika ada volatilitas yang sangat tinggi dalam perdagangan Bitcoin, sebab bitcoin sedang mengalami transisi sebagai alat pembayaran (medium of exchange) yang kian hari kian diminati. Persoalan krisis pada ekonomi global akan membuktikan kuatnya performa bitcoin sebagai alat pembayaran.

Sumber

Tags: