BBRI kerja sama dengan OVO dalam rangka pembentukan layanan baru terkait pembiayaan digital. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Visionet Internasional (OVO) akan bekerja sama memberikan pinjaman atau pembiayaan digital.

Dikabarkan bahwa pembiayaan dan pinjaman tersebut akan dikhususkan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Layanan pembiayaan digital yang akan diluncurkan ini, dikabarkan akan bernama DigiKu.

BBRI Kerja Sama dengan OVO

Direktur Konsumer BBRI, Handayani, mengatakan sinergi dengan OVO dimaksudkan untuk mendukung upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional. Beliau menjelaskan bahwa sektor UMKM menjadi sektor penting dalam mendorong pemulihan ekonomi.

Menurut Handayani, kontribusi sektor ini terhadap PDB mencapai 68% dan serapan tenaga kerja mencapai 97%. Sehingga, melihat pentingnya keberadaan UMKM, kerja sama dengan OVO ini diharapkan mampu membantu meningkatkan penetrasi produk dan layanan digital produk BRI terhadap pelaku UMKM di Indonesia.

Kolaborasi ini merupakan bentuk kerja sama antara bank dan fintech untuk mempermudah akses UMKM yang menjadi merchant dan pengguna OVO. Dengan fasilitas pinjaman modal melalui aplikasi BRI Ceria, diharapkan akses bisa lebih cepat dan mudah dengan dilakukannya proses secara digital.

Natasha Ardiani, VP Lending OVO, menambahkan, dari 64,2 juta jumlah UMKM di Indonesia, lebih dari 70 persennya belum dapat mengakses pinjaman modal. Oleh sebab itu hadirnya layanan pinjaman digital ini agar bisa membantu UMKM memenuhi kebutuhan pendanaan.

Tujuan Secara Besar

Natasha berharap sinergi kedua perusahaan ini dapat membuka akses terhadap modal kerja dan pinjaman bagi UMKM pengguna OVO. Sehingga tujuannya adalah tidak hanya membantu memulihkan ekonomi nasional, tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi dan inklusi keuangan.

Baca juga: ITMG Sentuh Harga Tertinggi Februari 2020! Kembali ke Atas Rp 10.000

Nantinya, produk pinjaman digital DigiKu akan dipasarkan melalui aplikasi BRI Ceria. Sehingga aplikasi tersebut memungkinkan para UMKM dan pengguna OVO untuk memperoleh tambahan modal hingga Rp 20 juta.

Pinjaman tersebut dikabarkan akan dikenakan tenor atau jangka waktu pinjaman mulai dari 1 bulan hingga 12 bulan. Seluruh proses pengajuan berlangsung secara digital melalui aplikasi, menggunakan digital verification, credit scoring, dan digital signature.

Sehingga ke depannya akan lebih mempermudah aliran modal dalam perekonomian terutama untuk UMKM. Oleh karena itu kerja sama ini diprediksi akan mempermudah dan mempercepat juga pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.

DIlansir dari IPOT NEWS

Tags: