Bank Sentral Selandia Baru dikabarkan akan menetapkan suku bunga acuan esok hari pada pukul 09.00 WIB. Suku bunga acuan saat ini adalah pada 0,25%, dan diprediksi bahwa suku bunga acuan ini akan tetap.

Bank Sentral Selandia Baru Menetapkan Suku Bunga Acuan

Dikabarkan bahwa pada Hari Rabu, 23 September 2020, pukul 09.00 WIB, Bank Sentral Selandia Baru akan menetapkan suku bunga acuannya. Dikabarkan bahwa suku bunga acuan tersebut akan tetap pada 0,25% sehingga tidak akan terjadi perubahan. Hal ini disebabkan oleh Selandia Baru yang perekonomiannya terlihat mulai membaik walaupun masih terdapat pandemi Covid-19.

Saat ini, suku bunga acuan Selandia Baru masih tetap pada 0,25%. Angka ini merupakan angka yang tetap sejak Maret 2020 dan sejak Maret 2020, perekonomian Selandia Baru mulai membaik walau masih terdampak oleh Covid-19. Pada awal Tahun 2020, dari Januari hingga Februari, suku bunga acuan Selandia Baru berada pada 1%. Namun, akibat Covid-19, bank sentral terpaksa harus menurunkannya hingga saat ini.

Namun, dengan menetapnya suku bunga acuan pada 0,25% selama beberapa bulan terakhir, terbukti bahwa kebijakan ini efektif. Hal ini disebabkan selain perekonomian yang mulai membaik, nilai dari Dolar Selandia juga masih terus bergerak naik hingga saat ini.

Dampak Bagi Dolar Selandia Baru

Jika benar suku bunga acuan Selandia Baru berada tetap pada 0,25%, kemungkinan besar nilai dari Dolar Selandia Baru akan terus naik. Hal ini disebabkan relatif terhadap mata uang utama lainnya seperti Yen, Swiss Franc, dan terutama Dolar Amerika, yang nilainya masih terus turun, sehingga membuat Dolar Selandia Baru, naik.

Baca juga: GBPUSD Kemungkinan Terus Turun Akibat Suku Bunga Acuan dan Brexit

Namun, kemarin, koreksi baru saja terjadi oleh Dolar Selandia Baru, terhadap beberapa mata uang utama. Hal ini mungkin disebabkan oleh pergerakan koreksi normal, akibat pergerakan secara menyeluruh masih terlihat naik. Tetapi, jika suku bunga acuan yang akan ditetapkan besok turun lagi dari 0,25%, nampaknya Dolar Selandia Baru akan terus tergerus.

Hingga saat ini, nilai dari mata uang tersebut masih terlihat turun, yang dapat menandakan bahwa investor sedang berhati-hati dan menunggu keputusan bank sentral. Setelah itu, kemungkinan pasar baru akan melihat pergerakan Dolar Selandia Baru apakah akan turun atau naik. Sehingga, langkah terbaik saat ini adalah menunggu akibat sentimen ini yang umumnya berdampak besar.

 

Tags: