Argentina sedang berperang melawan beberapa kelompok penjahat yang melakukan peretasan dengan tebusan utama berupa bitcoin. Saat ini Argentina masih berpegang teguh kepada kehormatan negara untuk tidak bernegosiasi dengan penjahat, dan terus berusaha membasminya.

Argentina Tidak Akan Menyerah

Beberapa saat yang lalu, salah satu negara di Amerika Selatan, yaitu Argentina, sedang mengalami permasalahan dengan peretasan mata uang kripto. Kantor migrasi nasional Argentina, baru saja terpaksa tutup sementara akibat adanya peretasan terhadap komputer, jaringan, serta data yang dimiliki. Peretasan tersebut terjadi akibat kelompok peretas yang menginginkan tebusan berupa bitcoin dengan mencuri dan menyimpan seluruh data kantor migrasi negara tersebut.

Kelompok peretas ini mengancam untuk mencuri dan menghilangkan data jika tidak dibayarkan dengan tebusan bitcoin. Namun, Argentina nampaknya masih kuat terhadap pendiriannya dan tidak mau membayar tebusan. Hal ini disebabkan oleh prinsip dasar untuk tidak bernegosiasi dengan penipu. Saat ini, pemerintah mengaku sudah menangkap kelompok peretas tersebut.

Insiden ini telah berujung pada hilangnya beberapa rencana oleh kantor migrasi Argentina yang salah satunya adalah pengaturan perbatasan. Selain itu, sistem Integrated Migration Capture System (SICaM) juga terlihat terdampak secara signifikan. Hal ini berujung pada beberapa penduduk Argentina yang tidak masuk atau keluar dari negaranya.

Kabar Terbaru Terkait Peretasan

Menurut beberapa sumber berita Amerika Latin, peretasan ini dilakukan oleh Netwalker, kelompok peretas yang meminta bitcoin sebagai tebusan untuk data yang umumnya dicuri. Awalnya, peretas mengirimkan pesan peringatan kepada beberapa pegawai pemerintah. Pesan tersebut berisi peringatan bahwa usaha pemerintah untuk mengambil kembali data yang dicuri, dapat menyebabkan data rusak bahkan hilang.

Setelah itu, kelompok tersebut mempublikasikan sebagian data yang dicuri sebagai bukti bahwa data memang benar sudah berada di tangan mereka. Kelompok peretas ini awalnya meminta tebusan bitcoin senilai 2 Juta Dolar Amerika. Namun, kemudian nilai ini ditambah yang berujung pada permintaan tebusan senilai 4 Juta Dolar Amerika tanpa ada alasan jelas.

Baca juga: Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Investasi Token Crypto

Pada saat penulisan artikel ini, kantor migrasi menyatakan bahwa mereka telah berhasil menghentikan sementara peretasan yang terjadi. Namun, masih belum jelas apa saja informasi yang telah didapatkan kembali dari peretas. Laporan juga menyatakan bahwa kantor migrasi juga masih belum membayar tebusan kepada peretas dan tidak menunjukkan tanda akan membayar. Hal ini mengindikasikan Argentina akan terus menghukum kejahatan secara benar dan tidak bernegosiasi dengan penjahat.

Dilansir dari Live Bitcoin News

Tags: