Venture capital alias modal ventura adalah pihak yang berperan penting dalam berkembangnya sebuah perusahaan rintisan start up, Kok bisa? Ya karena sebagian besar pendanaan awal yang diperoleh startup berasal dari venture capital tadi.

“Nyawa” bagi sebuah startup untuk bisa hidup biasanya didapat dari venture capital. Nyawa di sini tidak lain tidak bukan adalah modal yang akan digunakan oleh perusahaan rintisan tersebut untuk melakukan ekspansi bisnis. Karena pastinya, startup perlu uang yang cukup besar di awal untuk bisa berkembang dan menggaset pasar seluas-luasnya.

1. Apa Itu Venture Capital?

Sebenarnya venture capital alias modal ventura adalah wujud pendanaan. Bentuknya, tentu saja uang yang diberikan kepada perusahaan, biasanya perusahaan rintisan. Bahasa sederhananya begini: pendanaannya disebut venture capital, sedangkan pihak yang ngasih pendanaan disebut perusahaan venture capital atau disebut juga venture capitalist.

Hanya saja semakin ke sini, istilah modal ventura terlanjur lekat dengan perusahaan yang memberikan pendanaan kepada startup. Jadi ya, venture capital itu ya perusahaan modal ventura.

Pendanaan berupa modal ventura alias venture capital diberikan untuk berbagai entitas perusahaan. Tapi sebagian besar adalah startup atau perusahaan baru yang diyakini punya prospek cerah dan tentu saja: potensi untung besar di masa datang.

Bagi perusahaan rintisan, modal awal sebenarnya bisa saja didapat dari bank. Tapi akses ke bank tentu saja sulit bagi perusahaan yang baru lahir dan tanpa punya aset apapun. Sehingga solusi pendanaan jatuh pada modal ventura yang lebih banyak melihat peluang cuan di masa depan.

2. Sumber Dana Venture Capital

Sumber dana modal ventura berasal dari para investor yang disebut limited partners. Siapa mereka? Bisa berupa perusahaan besar yang punya dana mengendap, lembaga pengumpul dana pensiun, atau individu alias perorangan yang memiliki kekayaan yang besar.

Ya intinya, investor ini adalah pihak-pihak yang punya uang dalam jumlah besar dan butuh ‘diputar’ agar nantinya menghasilkan untung. Para investor ini tentu berharap agar mendapat imbal hasil tinggi dalam jangka waktu tertentu yang disepakati bersama dengan perusahaan venture capital. 

3. Venture Capital Berisiko Tinggi

Bagi para investor alias limited partners yang ‘menitipkan’ dana melalui perusahaan modal ventura, investasi yang mereka lakukan terbilang sangat berisiko. Bagaimana tidak, mereka berinvestasi pada produk, teknologi baru, atau inovasi baru yang sama sekali belum terbukti menguntungkan dan masih dikembangkan. Meski ada potensi terus berkembang, tapi risiko gagal juga besar.

Sehingga jangan heran dalam memberikan pendanaan, perusahaan modal ventura  akan sengat teliti dengan melihat prospek ke depan. Mereka juga akan menyesuaikan dengan portofolio investasi yang telah mereka lakukan sebelumnya.

Jika perusahaan yang ditanamkan modalnya mengalami sukses besar, modal ventura itu akan mendapatkan keuntungan yang juga tidak kalah besar di masa depan.

4. Jenis Pendanaan Venture Capital

Ada beberapa jenis pendanaan awal yang diberikan perusahaan modal ventura kepada startup. Sebuah modal ventura bisa saja memberikan pendanaan berkelanjutan, tidak sekali di awal. Tentu saja dengan catatan, prospeknya semakin bagus.

Berikut adalah rangkuman jenis-jenis venture capital:

  • Seed capital atau pendanaan pertama saat startup belum punya produk dan perusahaan belum terorganisir. Dananya masih kecil dan biasanya untuk penelitian pasar.
  • Startup capital atau pendanaan untuk perusahaan rintisan yang sudah punya produk. Modal yang diberi bisa untuk menambah karyawan, riset, dan finishing produk.
  • Early stage capital atau pendanaan bgai startup yang sudah berkembang dan prospeknya bagus selama 2-3 tahun mendatang. Modal yang diberikan bisa untuk meningkatkan sales.
  • Expansion capital atau diberikan untuk startup yang mapan dan siap ekspansi bisnis.
  • Late stage capital atau modal tambahan bagi startup yang sudah mapan dan sudah punya valuasi raksasa.

5. Contoh Perusahaan Venture Capital

Ada beberapa perusahaan venture capital yang berdiri di Indonesia. Mereka bertugas mengelola modal yang diinvestasikan pada limited partners. Perusahaan modal ventura ini mendapat untung dari jatah management fee yang diberikan di awal investasi, serta carried interest yang dipangkas dari total return saat keseluruhan investasi sukses.

Pasar Indonesia pun sangat potensial untuk pertumbuhan modal ventura. Dalam satu dekade terakhir bermunculan banyak startup yang bergerak di ekonomi digital.

Berikut beberapa contoh  startup yang didanai:

  • Alpha JWC Ventures: Kredivo, Bobobox, Style Theory, Kopi Kenangan
  • Golden Gate Ventures: Gojek, Carousel, Alodokter, Tanihub
  • Sinar Mas Digital Ventures: Fore Coffee, Wahyoo, Warung Pintar, IDN Media
  • Agaeti Ventures: Akseleran, CoHive, Yummy Corp

Sejumlah BUMN seperti Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia juga memiliki venture capitalist bernama Mandiri Capital Indonesia dan BRI Ventures. Mereka terlibat dalam pendanaan sejumlah perusahaan teknologi seperti Bukalapak.

Baca juga:

Saham Unilever Stagnan 5 Tahun, Ini Penyebabnya