TOTO dikabarkan menargetkan penjualan untuk tahun ini seperti tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh dampak dari pandemi Covid-19 tahun ini yang membuat PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO) belum membidik target pertumbuhan yang besar.

TOTO Targetkan Penjualan Seperti Tahun Lalu

PT Surya Toto Indonesia Tbk., dikabarkan belum menargetkan penjualan yang tinggi untuk tahun ini. Hal ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang menghambat pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh. Menurut Hanafi Atmadiredja, Presiden Direktur dari TOTO target perusahaan tahun ini akan cukup konservatif. Maksud dari pernyataan ini adalah, tahun ini target akan disamakan dengan penjualan tahun lalu, akibat belum beraninya pihak perusahaan menetapkan target yang tinggi.

Tahun lalu perseroan memperoleh penjualan bersih sebesar Rp 2,1 triliun. Adapun untuk laporan keuangan yang terakhir dipublikasikan perseroan masih di kuartal pertama tahun ini. Pihak perusahaan masih enggan mempublikasikan lebih lanjut mengenai perolehan kinerja terbarunya.

Namun dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun 2020 pendapatan bersih telah tercatat turun 11,8% secara tahunan menjadi Rp 482,89 miliar. Sedangkan beban pokok penjualan juga melemah sekitar 13,4% secara tahunan menjadi Rp 384,57 miliar di tiga bulan pertama tahun ini.

Dengan demikian laba kotor yang diperoleh TOTO adalah sebanyak Rp 98,31 miliar di kuartal pertama tahun ini atau menurun 4,9% secara tahunan. Tapi, perusahaan memperoleh laba selisih kurs di triwulan pertama tahun 2020 yakni sebesar Rp 19,55 miliar. Laba ini melonjak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dimana hanya Rp 265 juta.

Baca juga: Ramayana Masih Bisa Buka Gerai Baru Pada Masa Pandemi!

Oleh karena itu, laba bersih di kuartal pertama tahun ini naik 40% dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya. Tahun ini Hanafi bilang perusahaan sebisa mungkin menggenjot penjualan ritelnya, apalagi saat ini kegiatan komersial mulai berjalan normal.

Analisis Saham TOTO

Saham TOTO sendiri dapat dikatakan salah satu saham yang memiliki volume perdagangan tidak terlalu besar dibandingkan saham lainnya. Dengan, kapitalisasi pasar yang hanya 2,2 Milyar Rupiah, saham ini masih tergolong memiliki pergerakan yang aktif walau volume yang relatif kecil.

Pergerakan Harian Saham TOTO

Untuk saat ini, pergerakan saham TOTO masih terlihat mengalami konsolidasi dari depresiasinya sejak awal Tahun 2020. Kabar dari target penjualan ini nampaknya dapat menjadi sentimen positif mengingat perusahaan lain yang mayoritas menargetkan keuntungan lebih rendah dari 2019. Ditambah dengan Keuangan perusahaan yang tidak terlihat buruk, nampaknya saham ini masih dapat naik dalam beberapa hari ke depan.

Jika benar saham ini naik, kemungkinan besar target selanjutnya ada pada Rp 222 sebelum menyentuh Rp 242 dan kemudian Rp 254. Jika batas tersebut berhasil dilalui, kemungkinan pergerakan kedepannya akan terus naik, dan target berikutnya ada pada Rp 264 sebelum menyentuh Rp 286 dan kemudian Rp 299.

Namun, jika saham turun, kemungkinan tujuan selanjutnya ada pada batas bawah saat ini di Rp 214 sebelum menyentuh Rp 208. Kemudian jika batas tersebut dilalui, kemungkinan tujuan selanjutnya ada pada Rp 200 sebelum menyentuh harga terendah tahun ini pada Rp 189.

Tags: