TLKM terlihat mulai naik dari pergerakan menurunnya sejak awal tahun 2020 bersama dengan sentimen positif pasar keuangan. Apresiasi ini terlihat tertuju pada TLKM akibat sahamnya yang sering dituju investor asing sehingga terdampak langsung sentimen global.

TLKM Mulai Naik

Sentimen dari IHSG yang terdampak oleh Pemilihan Presiden Amerika nampaknya mulai terlihat juga terhadap beberapa saham spesifik. Salah satu saham yang terlihat terdampak secara signifikan adalah saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM), yang mulai terlihat naik.

Setelah adanya kabar kemenangan presiden baru yaitu Joe Biden, hampir seluruh pasar keuangan di seluruh dunia mengalami apresiasi. Hal ini disebabkan oleh harapan baru yang diberikan terhadap Presiden Amerika yang baru.

Harapan baru ini muncul dari kebijakan dengan pendekatan baru yang diharapan dapat memunculkan kesejahteraan lebih tinggi. Selain itu, dengan adanya presiden baru, harapan dunia adalah kondisi politik akan lebih stabil akibat berkurangnya ketegangan antara Amerika dan negara lain.

Kestabilan ini diperlukan akibat harapan adanya sinergisme baru dan volatilitas yang berkurang akibat ketegangan politik. Sehingga dampak ini akan terasa secara internasional terutama dalam hal perdagangan, yang akan membantu mengangkat pemulihan ekonomi, terutama dari krisis Covid-19.

Sentimen lainnya juga datang dari Vaksin Pfizer yang menjadi harapan baru untuk pembasmian Covid-19. Dikabarkan bahwa vaksin ini memiliki efektivitas sebesar 90% yang menjadi kabar baik akibat adanya cara melawan Covid-19 yang lebih efektif.

Oleh karena sentimen global ini, IHSG sendiri terangkat, dan TLKM sebagai salah satu saham representasi Indonesia di ranah Internasional, ikut terdampak. Terdapat beberapa saham lain yang juga ikut naik seperti BMRI, BBRI, dan BBCA, namun TLKM berdiri sendiri sebagai saham non-perbankan yang terapresiasi tinggi pagi ini akibat dorongan beli asing.

Analisis Harga Apresiasi

Dorongan beli ini juga akibat optimisme terhadap TLKM yang memiliki rencana kerja sama dengan Bank BRI. Sehingga secara fundamental, walau sedang turun, langkah ke depan pemulihan dari era pandemi ini akan sangat kuat.

Oleh karena itu, apresiasi ini diprediksi masih belum akan melemah. Hal ini juga terlihat dari pergerakan sahamnya yang mulai keluar dari pergerakan depresiasi.

Pergerakan Harian TLKM

Untuk saat ini terlihat bahwa sejak beberapa hari terakhir, TLKM mulai bergerak naik dan keluar dari depresiasinya sejak awal 2020. Kemungkinan besar target berikutnya jika apresiasi terus terjadi adalah pada Rp 3.066.

Target selanjutnya jika terus naik adalah pada Rp 3.196 dan kemudian akan terus naik ke Rp 3.352 sebelum kemungkinan naik ke Rp 3.551. Namun, apresiasi ini tidak akan terjadi secara langsung dan kemungkinan akan terjadi beberapa koreksi sebelumnya.

Baca juga: ANTM Berencana Mengembangkan Industri Lithium Battery

Prediksi koreksi ini terlihat dari Indikator RSI yang sudah mulai memasuki zona overbought yang mengindikasikan kemungkinan dorongan beli sudah terlalu berlebihan. Sehingga kemungkinan akan terjadi penurunan kecil dalam apresiasinya.

Tetapi, jika ternyata harga gagal naik setelah menyentuh Rp 3.066 kemungkinan penurunan akan membawa TLKM ke Rp 2.817. Jika terus turun, tujuan selanjutnya kemungkinan berada pada Rp 2.630 dan kemudian kembali ke harga terendah pada Rp 2.537.

Namun depresiasi ke daerah tersebut nampaknya sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Hal ini disebabkan sedang banyaknya sentimen positif yang berputar di dunia pasar keuangan, terutama pasar saham Indonesia.

Tags: