Saham INAF naik sekitar 25% hari ini bersama dengan saham farmasi lainnya seperti KAEF dan KLBF. Hal ini disebabkan oleh kabar positif mengenai Vaksin Covid-19.

Saham INAF Naik Bersama Saham Farmasi Lainnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini tertutup naik sekitar 2,128% bersama dengan indeks saham Amerika, Dow Jones yang juga naik kemarin. Apresiasi ini dikabarkan terjadi akibat investor lokal sebagai pendorong utama, dimana investor asing masih melakukan penjualan. Dengan naiknya IHSG, mayoritas saham terapresiasi, dan INAF tidak luput dari dorongan tersebut.

Hari ini, dikabarkan bahwa terdapat kabar baik mengenai vaksin Sinovac yang berasal dari Cina, yang akan kerja sama dengan Biofarma. Dikabarkan bahwa uji vaksin telah berhasil, dan akan dilakukan penjualan mulai dari awal tahun 2021. Uji ini sudah diresmikan oleh World Health Organization,  dan dikabarkan bahwa berita memang resmi.

Baca juga: BRIS Memberi Akses Pembiayaan Lebih Mudah Untuk UMKM

PT Indofarma Tbk, sebagai salah satu anak usaha dari Biofarma, yang akan menjalani kerja sama dalam Vaksin Sinovac ini, mendapatkan sentimen positif. Bersama dengan saham KLBF dan KAEF, saham ini berhasil naik 25,44% pada penutupan hari ini. Sehingga, nampaknya berita inilah yang juga menjadi pendorong untuk investor lokal. Sehingga, kemungkinan kedepannya, kabar ini dapat membawa saham INAF bahkan IHSG untuk terus naik.

Analisis Pergerakan Saham 

Perlu diingat bahwa ketidakpastian global juga dapat menjadi pemicu terhadap volatilitas yang terjadi di pasar saham Indonesia. Terutama dengan adanya partisipasi investor asing yang juga sedang terpengaruh oleh pemilu Amerika yang nampaknya berdampak ke seluruh dunia. Sehingga, kedepannya masih ada kemungkinan untuk IHSG bahkan INAF untuk turun.

Pergerakan Harian Saham INAF

Dari sisi teknikal, akibat INAF yang baru keluar dari pergerakan turun setelah hari ini, kedepannya kemungkinan akan terjadi koreksi kecil. Jika sentimen masih positif, kedepannya saham akan terkoreksi sebelum kembali naik. Sehingga target berikutnya adalah pada Rp 2.721 sebelum naik ke Rp 3.028. Kemudian, jika terus naik, target berikutnya kemungkinan ada pada Rp 3.251 sebelum menyentuh Rp 3.447 dan terus naik.

Namun, jika ternyata terdapat sentimen negatif ataupun tekanan jual, setelah dari Rp 2.721, kemungkinan harga akan turun ke Rp 2.328. Jika pergerakan terus turun, kemungkinan tujuan selanjutnya berada pada Rp 1.978 dan kemudian Rp 953, sebelum menyentuh Rp 475. Namun kemungkinan hal tersebut terjadi masih sangat kecil akibat pemulihan pasar modal yang mulai terjadi dalam ketidakpastian global.

 

Tags: