Saham INAF dan KAEF kembali dibuka untuk diperdagangkan setelah terkena suspensi pada pekan lalu akibat pergerakan sahamnya yang loncat.

Saham INAF dan KAEF Kembali Dibuka

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah kembali membuka perdagangan saham anak usaha dari PT Bio Farma yaitu PT Indofarma Tbk (INAF). Pembukaan saham INAF juga terjadi bersama dengan pembukaan saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang juga terkena suspensi pekan lalu.

Suspensi ini dilakukan akibat harga kedua saham ini yang melompat sangat tinggi dengan INAF yang naik lebih tinggi dari KAEF. Lompatan ini membuat kedua saham ini terkena auto reject atas sehingga perdagangannya diberhentikan pada Jumat pekan lalu.

Baca juga: Barito Pacific Tingkatkan Kinerja Dengan Produksi Energi Panas Bumi

Namun, pada pekan ini, kedua saham ini telah kembali dibuka untuk diperdagangkan. BEI mengumumkan “Menunjuk Pengumuman Bursa No:Peng-SPT-0028/BEI.WAS/08-2020 tanggal 6 Agustus 2020, perihal Penghentian Sementara Perdagangan (suspensi) saham INAF dan KAEF, maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham INAF dan KAEF di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 10 Agustus 2020,”.

Tetapi, pembukaan hari ini masih menjadi pantauan utama BEI akibat masih rawannya saham ini untuk lompat tinggi. Sehingga, potensi terjadi auto reject atas masih dapat terjadi, yang menyebabkan kemungkinan suspensi kembali.

Pergerakan Saham INAF dan KAEF

Sejak kembali dibukanya perdagangan, saham KAEF telah melompat sebesar 8,4% dan saham INAF telah lompat sebesar 6,8%. Pergerakan ini masih didorong oleh perilaku FOMO atau fear of missing out, akibat dari sentimen vaksin Covid-19 yang menjadi penyebab awal kenaikan harga. Nampaknya, peningkatan harga ini masih akan terus terjadi hingga ada kabar lagi mengenai vaksin.

Kemungkinan besar juga peningkatan ini tidak akan berhenti jika vaksin jadi didistribusikan oleh kedua perusahaan ini. Hal ini disebabkan oleh distribusi vaksin yang menjadi sentimen positif. Sehingga kemungkinan berhentinya peningkatan akan terjadi setelah adanya kabar buruk.

Kedua saham ini merupakan saham yang memiliki sejarah volume yang tidak begitu besar. Namun, setelah adanya berita vaksin sejak pekan lalu, dapat dilihat bahwa saham ini menjadi pemilik volume yang besar. Pergerakan ini membuktikan betapa besarnya dampak berita terhadap saham.

Jika peningkatan ini terjadi, kemungkinan saham INAF akan naik ke harga tertinggi keduanya sejak Maret 2019 pada Rp 5.626. Jika ternyata terus naik, kemungkinan INAF akan kembali naik ke harga tertingginya pada tahun 2018 yaitu pada Bulan Desember di Rp 6.497. Untuk KAEF, saat ini harga sedang mendekati harga tertingginya sejak April 2019 di sekitar Rp 3.800 dan kemungkinan akan melewatinya.

Tags: