Barito Pacific tingkatkan kinerjanya pada tahun ini dengan rencana pengembangan bisnis dalam produksi energi panas bumi. Bisnis energi dari panas bumi ini dikabarkan akan dikelola oleh PT Star Energy.

Barito Pacific Tingkatkan Kinerja

PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), berencana untuk meningkatkan kinerja perusahaannya melalui pengembangan bisnis energi dari sumber daya panas bumi. Pengembangan bisnis energi yang dapat diperbaharui ini akan dikelola oleh PT Star Energy. Ditargetkan bahwa kapasitas produksi listrik dari Star Energy akan naik sebesar 325 MegaWatt dengan adanya pemanfaatan sumber daya panas bumi ini.

Direktur utama BRPT, Agus Salim Pangestu, menyatakan bahwa peningkatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kinerja sekaligus mengembangkan green energy di Indonesia. Beliau menargetkan bahwa penggunaan green energy untuk mendorong kinerja perusahaan akan mencapai target dalam beberapa tahun mendatang.

Agus menambahkan bahwa Star Energy memiliki dua Wilayah Kerja Panas Bumi baru yang berada di Sumatera dan Wilayah Timur Indonesia. Kemudian, beliau juga menyatakan bahwa saat ini kegiatan bisnis sudah kembali berjalan yang sebelumnya sempat tertunda akibat adanya Covid-19.

Dampak Terhadap BRPT

Berita positif ini dapat menjadi insentif bagi saham BRPT untuk naik mengingat kinerjanya yang diproyeksi akan naik. Namun, mengingat banyaknya sentimen negatif, nampaknya saham ini akan terus turun. Sentimen negatif yang dimaksud adalah penurunan pendapatan 15,05% dibandingkan tahun lalu. Sehingga kemungkinan besar walau Star Energy untung, BRPT yang secara keseluruhan pendapatannya turun dapat mendorong sahamnya turun.

Pergerakan Harian Saham BRPT

Saham BRPT merupakan saham yang sedang mengalami fluktuasi besar pada Tahun 2020 ini. Akibat fluktuasi yang mayoritas merupakan penurunan, saham ini telah dikeluarkan dari LQ45. Tercatat bahwa sejak Januari 2020 hingga Maret 2020 saham ini telah turun sekitar 69%. Namun pada Bulan April 2020, saham ini telah naik sekitar 220.5%. Kemudian, dari sejak Juni 2020 hingga saat ini, saham ini telah turun sebesar 38.8%.

Untuk saat ini, BRPT sedang berada dalam pergerakan turun, dan sedang berhenti di dekat batas bawah utama pada Rp 885. Jika harga bergerak melalui batas tersebut, kemungkinan tujuan selanjutnya adalah pada Rp 740 sebelum menyentuh Rp 598. Jika harga terus turun, kemungkinan saham ini akan mencapai Rp 452 yang merupakan harga terendah tahun ini, sebelum terus turun.

Namun, jika ternyata harga saham dapat naik, kemungkinan besar target selanjutnya adalah pada Rp 1.008 namun harus melalui harga Rp 948. Jika pergerakan terus naik, kemungkinan target selanjutnya adalah pada Rp 1.188 sebelum menyentuh Rp 1.303. Target berikutnya setelah harga tersebut ada pada Rp 1.390 sebelum menyentuh Rp 1.452 dan terus bergerak ke atas.

Baca juga: Malam Yang Penting untuk Dolar Amerika Adalah Malam Ini! Kenapa?

Namun, untuk saat ini keputusan yang tepat adalah untuk menunggu akibat pergerakan kecil utama yang merupakan konsolidasi. Sehingga untuk melihat pergerakan selanjutnya, harus menunggu konsolidasi ini selesai. Selain itu juga untuk keluar dari konsolidasi BRPT harus menunggu pergerakan IHSG yang juga masih belum jelas akibat faktor Dolar Amerika malam ini.

Tags: