Rupiah melemah terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) berfluktuasi di awal pada perdagangan pasar spot hari ini, setelah stagnan kemarin.

Pada Jumat (24/9/2021), US$ 1 dibanderol Rp 14.255 di pasar spot. Rupiah melemah 0,11% dibandingkan dengan penutupan perdagangan Kamis. Sebelumnya di pembukaan perdagangan rupiah menguat 0,14%.

Berikut kurs dolar AS di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) pada pukul 14:54 WIB:

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berfluktuasi di awal pada perdagangan pasar spot hari ini, setelah stagnan kemarin.

Pada Jumat (24/9/2021), US$ 1 dibanderol Rp 14.255 di pasar spot. Rupiah melemah 0,11% dibandingkan dengan penutupan perdagangan Kamis. Sebelumnya di pembukaan perdagangan rupiah menguat 0,14%.

Berikut kurs dolar AS di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) pada pukul 14:54 WIB:

PeriodeKurs
1 PekanRp14.247,2
1 BulanRp14.285,0
2 BulanRp14.332,0
3 BulanRp14.374,6
6 BulanRp14.513,0
9 BulanRp14.659,0
1 TahunRp14.806,1
2 TahunRp15.446,6

Berikut kurs dolar AS di pasar Domestic NDF (DNDF) pada pukul 14:42 WIB:

 

PeriodeKurs
1 BulanRp 14.292
3 BulanRp 14.345

 

Berikut kurs jual beli dolar AS di sejumlah bank nasional pada pukul 14:51 WIB:

BankHarga BeliHarga Jual
BNI14.21214.314
BRI14.15514.355
Mandiri14.23014.280
BCA14.24914.264
CIMB Niaga14.25414.269

Aliran Modal Asing (Minggu IV September 2021)
1. Premi CDS Indonesia 5 tahun naik ke level 76,18 bps per 23 September 2021 dari 68,85 bps per 17 September 2021.
2. Berdasarkan data transaksi 20-23 September 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp5,92 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp6,83 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp0,91 triliun.
3. Berdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden beli neto Rp11,18 triliun.

Inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali
1. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV September 2021, perkembangan harga pada September 2021 tetap terkendali dan diperkirakan deflasi 0,01% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September 2021 secara tahun kalender sebesar 0,83% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,63% (yoy).
2. Penyumbang utama deflasi September 2021 sampai dengan minggu keempat yaitu komoditas telur ayam ras sebesar -0,08% (mtm), bawang merah dan cabai rawit masing-masing sebesar -0,03% (mtm), cabai merah sebesar -0,02% (mtm), serta bawang putih sebesar -0,01% (mtm). Sementara itu, beberapa komoditas mengalami inflasi, antara lain daging ayam ras dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,03% (mtm), sawi hijau dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Sumber

Baca juga: Bank Indonesia (BI) Menahan Suku Bunga Acuan di Level 3,50%

Tags: