ROTI bukukan penurunan penjualan bersih secara tahunan untuk periode tahun ini. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) membukukan penurunan penjualan bersih yang turun hingga 0,81% secara tahunan menjadi Rp 2,44 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu 2019, ROTI mengantongi penjualan hingga Rp 2,46 triliun.

ROTI Bukukan Penurunan Penjualan

Dilihat dari produknya, penjualan roti tawar masih mendominasi hingga Rp 1,91 triliun. Jumlah ini meningkat tipis dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 1,8 triliun. Kenaikan penjualan juga dialami oleh segmen lain-lain menjadi Rp 7,23 miliar atau bertumbuh 13,32% secara tahunan. Namun, penjualan roti manis terkikis 13,31% secara tahunan menjadi Rp 818,4 miliar bersama penjualan segmen kue dari Rp 88,11 miliar menjadi Rp 51,12 miliar.

Walau masih tertekan, penjualan di kuartal ketiga 2020 mulai menunjukkan pemulihan, terutama penjualan di Indonesia yang tercatat Rp 749,8 miliar atau naik 1,9% secara kuartalan. Penjualan ROTI yang membaik dipicu analisa komprehensif terhadap daya beli, pola konsumsi, pola belanja dan pola aktivitas masyarakat Indonesia.

Manajemen ROTI menjelaskan bahwa sepanjang sembilan bulan pertama 2020 penjualan melalui kanal tradisional atau general trade tumbuh 22% secara tahunan. Kenaikan yang signifikan ini terdorong strategi ROTI untuk fokus pada pasar potensial di area pemukiman selama pandemi Covid-19. Di saat yang bersamaan, pihak ROTI juga memperkenalkan model pemesanan produk melalui WhatsApp dan Chatbot.

Kanal Modern Mendorong Penjualan

Walau penjualan kanal tradisional meningkat, kontribusinya jauh lebih kecil dibanding penjualan kanal modern. Selama Januari hingga September 2020, kanal ini masih menjadi kontributor utama dengan penjualannya hingga Rp 1,67 triliun. Di periode Juli hingga September 2020, penjualan kanal modern mencapai Rp 505 miliar. Penjualan di kuartal III memang relatif lebih stabil dibanding periode April hingga Juni 2020.

Walaupun penjualan ROTI menunjukkan tanda-tanda pemulihan, laba periode berjalan yang dapat disalurkan kepada pemilik entitas induk masih tertekan sepanjang kuartal ketiga. Bahkan, pelemahannya mencapai 39,82% secara tahunan menjadi Rp 127,19 miliar dari sebelumnya Rp 211,71 miliar. Oleh karena ini juga, saham dari ROTI sendiri masih tertekan dan belum menunjukkan pergerakan yang signifikan.

Pergerakan Harian ROTI

Untuk saat ini saham ROTI masih terjebak dalam zona konsolidasi setelah pemulihannya di Bulan April. Arah kedepannya masih belum dapat dipastikan akibat pembukaan hari ini yang merupakan pergerakan penting. Hal ini disebabkan adanya kemungkinan apresiasi walau terlihat pembentukan doji candlestick. Untuk saat ini terdapat zona konsolidasi kecil antara Rp 1.245 dan Rp 1.230.

Baca juga: Saham BRIS Turun Auto Reject Bawah Berturut-turut

Untuk terus naik, batas atas pada Rp 1.245 harus dilalui dan kemudian akan membawa pergerakan ke Rp 1.275 sebelum terus naik ke atas. Tetapi, jika ternyata pergerakan turun melewati Rp 1.230, maka tujuan selanjutnya berada di Rp 1.209 sebelum kemungkinan turun ke batas bawah terendah pada Rp 1.175.

Dilansir dari IPS Research

Tags: