PTBA masih terlihat bergerak dalam zona konsolidasi sejak akhir Juni 2020 setelah pembagian dividen. Ketidakpastian ini terjadi bersama dengan harga batu bara acuan global yang masih terlihat belum stabil.

PTBA Masih Konsolidasi Akibat Batu Bara

Mayoritas saham-saham emiten batu bara di Bursa Efek Indonesia, terlihat mengalami pelemahan. Pelemahan ini terjadi bersamaan dengan harga acuan batu bara global yang terlihat belum stabil. Salah satu saham yang terlihat mengalami konsolidasi diantara pelemahan tersebut adalah saham dari PT Bukit Asam Tbk.

Sejak akhir Juni 2020, lebih tepatnya setelah penetapan cum date dividen, saham PTBA terlihat turun drastis sekitar 13%. Setelah penurunan tersebut, saham ini belum terlihat mengalami arah yang jelas dan sedang terjebak dalam zona konsolidasi. Walau umumnya penurunan setelah dividen itu sering terjadi, saham PTBA belum memiliki dorongan yang kuat untuk naik kembali ke daerah harga sebelum dividen.

Salah satu hal yang dapat dikaitkan dengan konsolidasi ini adalah harga batu bara global yang masih belum stabil. Tercatat bahwa di saat yang bersamaan dengan turunnya saham PTBA, harga batu bara turun ke sekitar $38. Hingga saat ini, walau sudah naik melewati daerah $50, harga batu bara masih belum terlihat stabil akibat fluktuasinya yang membuat saat ini berada di sekitar harga $48. Akibat penurunan ini, beberapa emiten batu bara di Indonesia mengalami penurunan harga dalam sahamnya.

Baca juga: Mengenal Indeks Saham Bursa Efek Indonesia, Ada Apa Saja Sih?

Namun, jika dilihat dari kinerja sepekan terakhir, PTBA merupakan saham yang memiliki posisi yang kuat bersamaan dengan saham DOID. Saham lain seperti BUMI, ITMG, ADRO, dan PTRO masih terlihat naik dan turun namun tidak sekuat saham dari Bukit Asam ini. Sehingga, ada kemungkinan bahwa saham PT Bukit Asam Tbk., merupakan saham yang paling stabil dalam emiten batu bara dengan pergerakannya yang konsolidasi disaat yang lain relatif turun.

Target Saham Bukit Asam (PTBA)

Kemungkinan, kedepannya pergerakan masih akan berkonsolidasi akibat belum adanya berita positif untuk mendorong pergerakan untuk naik. Pernyataan ini juga didukung oleh saham ini yang tertutup pada doji di akhir sesi satu perdagangan hari ini. Sehingga kedepannya masih belum jelas arahnya selama tidak ada berita yang menjadi sentimen lagi.

Pergerakan Harian Saham PTBA

Untuk saat ini saham dengan berada di pertengahan zona konsolidasi, dan masih terlihat hijau. Kemungkinan jika saham naik, target selanjutnya ada pada batas atas zona konsolidasi pada harga Rp 2.191, sebelum menyentuh Rp 2.319. Jika harga kemudian terus naik, maka target selanjutnya kemungkinan adalah pada Rp 2.504 sebelum menyentuh Rp 2.740 dan kemudian Rp 2.856 yang merupakan harga tertinggi Tahun 2020.

Namun, jika ternyata harga turun, kemungkinan tujuan selanjutnya ada pada batas bawah konsolidasi di Rp 2.015. Jika harga terus turun, batas pengaman selanjutnya ada pada Rp 1.783 dan jika terus turun batas bawah terakhir ada pada Rp 1.486 yang merupakan harga terendah Tahun 2020.

Tags: