Mengenal indeks saham pada Bursa Efek Indonesia merupakan salah satu hal yang penting untuk investor lakukan. Hal ini disebabkan oleh salah satu kegunaannya untuk mengklasifikasikan saham sesuai kategorinya dan juga sebagai pengukur untuk portfolio saham pribadi.

Mengenal Indeks Saham Bursa Efek Indonesia

Indeks saham umumnya digunakan untuk beberapa hal yang berputar dalam pengkategorian saham dan juga untuk mengacu dalam kinerja portfolio pribadi atau pasar saham secara menyeluruh. Saat ini terdapat 35 indeks saham yang secara resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia yang masing-masing memiliki tujuan dan komponennya sendiri.

Dari 35 indeks tersebut, indeks yang paling dikenal oleh seluruh investor umum adalah IHSG atau indeks harga saham gabungan. IHSG merupakan indeks yang mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di Papan Utama dan Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia. Definisi ini adalah definisi dari Bursa Efek Indonesia.

Umumnya indeks ini dijadikan acuan sebagai kondisi pasar modal di Indonesia serta acuan untuk portfolio pribadi investor. Indeks ini berisi seluruh saham dari berbagai sektor yang dibobotkan dengan pembagian tertentu. Sehingga umumnya mencerminkan juga kondisi perekonomian di Indonesia akibat berisi hampir seluruh emiten di Indonesia.

Namun, di luar IHSG terdapat beberapa indeks lain yang juga dijadikan acuan dalam pengukuran serta pemilihan saham. Hal ini disebabkan indeks-indeks tersebut yang memiliki peran masing-masing akibat perbedaan sifat pengkategoriannya.

Kategori Indeks Saham 

Saat ini, Bursa Efek Indonesia memiliki 35 indeks dimana 3 diantaranya adalah indeks baru. Indeks saham di Indonesia umumnya dibagi menjadi 5 Kategori. Kategori pertama adalah berdasarkan bobot rata-rata kapitalisasi pasar.

Pengkategorian ini berisi paling banyak indeks yaitu IHSG, Indeks Sektoral yang berisi 10 sektor emiten saham, JII atau Jakarta Islamic Indeks dan ISSI atau Indeks Saham Syariah Indonesia yang berisi saham halal, Indeks Papan Pencatatan yang berisi Indeks Papan Utama dan Indeks Papan Pengembangan, KOMPAS100, BISNIS-27, PEFINDO25, SRI-KEHATI, infobank15, MNC36, Investor33, IDX SMC Composite, dan IDX SMC Liquid.

Kemudian kategori kedua adalah berdasarkan pembobotan rata-rata kapitalisasi pasar yang dibulatkan atau diberi batas. Dalam kategori ini terdapat SMinfra18, IDX BUMN20, dan PEFINDO i-Grade. Kategori ketiga adalah berdasarkan pembobotan rata-rata kapitalisasi pasar yang disesuaikan dan dibulatkan atau dengan batas melalui metode free float.

Metode ini menghitung kapitalisasi pasar berdasarkan jumlah saham yang beredar di pasar sehingga bersifat mengambang atau dapat berubah sesuai jumlah. Pada kategori ini terdapat indeks LQ45, IDX30, IDX80, IDX Value30, IDX Growth30. Dalam kategori ini, terdapat dua indeks baru yang diluncurkan pada Tahun 2019 yaitu IDX Value30 dan IDX Growth30.

Kategori Berbeda dan Baru

Kategori keempat adalah pengkategorian berdasarkan tingkat dividen yield yang hanya berisi satu indeks yaitu IDX High Dividend 20. Indeks ini berbeda dengan indeks lainnya akibat hanya melihat sisi dividen dan bukan kinerja pertumbuhan atau nilai saham.

Kategori terakhir adalah berdasarkan pembobotan rata-rata kapitalisasi pasar yang dibatasi atau dibulatkan ditambah dengan kualitas emiten tersebut. Indeks ini adalah IDX Quality30, yang merupakan indeks paling baru dari Bursa Efek Indonesia yang diluncurkan pada 10 Agustus 2020. Indeks ini menjadi cerminan saham yang memiliki kualitas dan prospek baik, terutama dalam masa pandemi ini. Sehingga saham dalam indeks tersebut terbukti kekuatannya.

Baca juga: Bio Farma Menargetkan Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tahun Depan

Pengkategorian indeks tersebut dibuat oleh Bursa Efek Indonesia untuk mempermudah investor menggunakan masing-masing indeks. Dalam artikel ini pembahasan masing-masing indeks belum dilakukan, sehingga artikel ini dapat dimanfaatkan sebagai langkah awal investor baru untuk mempelajari mengenai indeks yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Tags: