Produksi batu bara ITMG dikabarkan turun pada semester pertama tahun ini dibandingkan semester pertama tahun lalu. Penurunan produksi batu bara oleh emiten ini dikabarkan mencapai 28,09%.

Produksi Batu Bara ITMG Turun

PT Indo Tambangraya Megah Tbk atau ITMG dikabarkan mengalami penurunan produksi batu bara sekitar 28,09% pada semester pertama tahun ini. Penurunan ini merupakan perbandingan dengan semester pertama tahun lalu. Dikabarkan bahwa pada tahun ini, produksi semester pertama ITMG hanya mencapai 8,9 juta ton. Angka ini turun jika dibandingkan dengan produksi pada semester pertama tahun 2019 yang mencapai 11,4 juta ton.

Kinerja ITMG terlihat sedang terhambat terutama oleh faktor perekonomian global dan Covid-19. Hal ini dilihat dari kinerjanya pada kuartal kedua yang hanya memproduksi 4,4 juta ton. Produksi ini merupakan produksi yang lebih rendah dari target yang dipasang oleh emiten ini. Namun, dikabarkan bahwa penyebab terbesarnya adalah akibat curah hujan yang tinggi, yang menghambat penambangan.

Di kuartal ketiga ini, ITMG menargetkan pertumbuhan dari sisi produksi seiring dengan naiknya volume produksi di Trubaindo dan Bharinto. Dikabarkan bahwa target untuk kuartal ketiga 2020 adalah pada 5,1 juta ton. Secara keseluruhan untuk tahun ini, target yang dipasang oleh ITMG sendiri adalah pada 20,1 juta ton. Namun, target ini belum ditetapkan secara resmi akibat masih adanya diskusi internal.

Baca juga: Bio Farma Menargetkan Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tahun Depan

Dari sisi penjualan, ITMG telah mencapai realisasi sebesar 11,1 juta ton pada paruh pertama 2020. Angka ini merupakan penurunan 1,2 juta ton dibandingkan dengan tahun lalu. Pada kuartal kedua, penjualan mencapai 5,3 juta ton yang merupakan penurunan 8% dibanding kuartal sebelumnya. Namun, ITMG yakin dengan mulai pembukaan ekonomi, permintaan terhadap energi akan kembali meningkat terutama secara global. Sehingga kedepannya pandangan ITMG masih positif.

Dampak Terhadap Saham ITMG

Akibat banyaknya penurunan dari beberapa faktor serta masih tingginya ketidakpastian dalam sektor batu bara, saham ITMG masih terlihat belum jelas. Sejak awal April 2020, saham ITMG terlihat masih berada dalam fase konsolidasi yang menandakan masih banyaknya ketidakyakinan dari sisi investor.

Pergerakan Harian ITMG

Untuk saat ini, ITMG sedang berada di sisi atas zona konsolidasi dengan doji pada penutupan terakhir pekan ini. Oleh karena itu, kedepannya masih belum pasti ke mana saham ini akan bergerak. Namun, jika kabar penurunan ini dapat mendorong ITMG kembali turun, ada beberapa batas bawah sebelum ITMG menyentuh harga terendah tahun ini.

Jika ITMG turun, kemungkinan tujuan selanjutnya ada pada Rp 7.601 sebelum menyentuh Rp 6.863 yang merupakan batas bawah zona konsolidasi. Jika batas bawah tersebut dilewati, kemungkinan besar tujuan selanjutnya adalah pada Rp 6.033 yang merupakan harga terendah pada tahun ini.

Tetapi, jika saham berhasil naik akibat pandangan positif sektor batu bara, target selanjutnya ada pada Rp 8.639 yang merupakan batas atas zona konsolidasi. Apa bila harga terus naik, target selanjutnya kemungkinan ada pada Rp 9.498 sebelum menyentuh Rp 11.308. Jika harga terus naik, kemungkinan tujuan selanjutnya ada pada Rp 12.767 sebelum menyentuh Rp 13.507 yang merupakan harga tertinggi Tahun 2020.

Tags: