PGAS kerja sama dengan pertamina untuk dorong kinerja perusahaannya melalui pembangunan infrastruktur dan pelayanan gas bumi di seluruh sektor.

PGAS Kerja Sama Dengan Pertamina

Dikabarkan bahwa PT Perusahaan Gas Negara Tbk., (PGAS) melakukan kerja sama sinergis dengan Holding PT Pertamina (Persero). Langkah ini dikabarkan untuk meningkatkan kinerja kedua perusahaan untuk meningkatkan produktivitas. Menurut sekretaris perusahaan PGAS, Rachmat Hutama, selama ini penyerapan gas terbesar dilakukan oleh pembangkit listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, selaku penyedia listrik nasional.

 

Pada sektor ini, PLN telah menyerap sekitar 41% dari total penyaluran gas bumi dari produksi PGAS per hari. PLN sendiri merupakan konsumen terbesar PGAS hingga saat ini. Oleh karena itu, PGAS akan selalu berusaha menjaga kualitas infrastruktur dan keamanan pasokan gas.

Salah satu caranya adalah dengan proyek strategis regasifikasi LNG untuk pembangkit listrik yang saat ini pun sudah mulai dikerjakan. PGAS sendiri berharap proyek ini dapat semakin mendukung keandalan penyediaan sumber energi yang merata di berbagai wilayah.

Dampaknya Bagi Saham PGAS

Akibat dari adanya kerja sama dan pengembangan kualitas kinerja serta produksi ini, kemungkinan besar persepsi positif terhadap Saham PGAS akan terbentuk. Jika benar persepsi ini terbentuk, kemungkinan besar Saham PGAS akan meneruskan pergerakan naiknya yang telah terjadi sejak akhir Maret 2020.

Pergerakan Harian Saham PGAS

Dapat dilihat bahwa sejak akhir Maret 2020, pergerakan masih terlihat naik hingga saat ini. Pergerakan naik ini belum terlihat melambat, walau terjadi penurunan volume pada awal bulan ini dibanding bulan lalu. Namun nampaknya dengan adanya kabar baik ini, harga kemungkinan akan terus naik.

Baca juga: Mitrabara Adiperdana Tebar Dividen Sebesar Rp 358, Saham Auto Reject!

Saat ini, harga berada di pertengahan batas atas dan bawah antara Rp1282 dan Rp1207 dengan harga yang tertutup hari ini pada Rp1230. Jika harga berhasil naik melewati batas atas, kemungkinan target selanjutnya adalah pada Rp1421 sebelum menyentuh Rp1535 dan kemudian Rp1702. Apa bila terjadi penutupan yang lebih tinggi, kemungkinan harga akan mencapai Rp1821 dan kemudian Rp1959, melewati harga tertinggi tahun ini.

Tetapi, jika ternyata harga turun, kemungkinan ada beberapa batas bawah selanjutnya dari Rp1207. Jika harga ternyata turun, kemungkinan besar batas bawah selanjutnya adalah pada Rp1134 sebelum menyentuh Rp998 dan kemudian turun ke Rp884. Apa bila harga terus turun, kemungkinan tujuan selanjutnya adalah Rp784 sebelum menyentuh harga terendah tahun ini pada Rp604.

Tags: