Perekonomian Cina dikabarkan telah membaik dengan publikasi data yang menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Cina mengalami apresiasi. Data PDB Cina baru saja dipublikasi hari ini Senin, 19 Oktober 2020, dan terlihat bahwa perekonomian Cina mulai membaik.

Perekonomian Cina Membaik

Hari ini pada pukul 09.00 WIB, data perekonomian Cina baru saja dipublikasi dan memperlihatkan data yang baik walau tidak sesuai dengan prediksi. Data PDB Cina baru saja dipublikasi dan terlihat bahwa pertumbuhan untuk kuartal ketiga jika dibandingkan dengan Tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 4,9%. Angka ini merupakan angka yang tidak sesuai harapan dan prediksi pasar, karena diprediksi akan mengalami peningkatan sekitar 5,2%.

Namun, pertumbuhan tersebut masih tercatat positif mengingat adanya pandemi Covid-19 yang mempengaruhi perekonomian. Namun, yang sangat disayangkan adalah pertumbuhan per kuartal, jika dibandingkan antara kuartal kedua dan ketiga. Dikabarkan bahwa pertumbuhan kuartal dari kedua ke kuartal ketiga hanya mencapai 2,7%. Angka ini lebih kecil dari prediksi pasar yang menyatakan akan tumbuh sekitar 3,2% dan lebih kecil dari pertumbuhan kuartal satu ke kuartal dua yang mencapai 11,5%.

Tetapi, data ini disandingkan dengan beberapa kabar positif yang juga berasal dari beberapa publikasi data lainnya. Dikabarkan bahwa data pengangguran mengalami penurunan dari bulan sebelumnya menjadi 5,4% dari 5,6%. Selain itu, angka investasi negara juga tetap dan tidak menurun bersama angka produksi sektor industri dan penjualan ritel yang naik secara tahunan.

Dampak Terhadap Yuan

Akibat publikasi tersebut, kemungkinan besar nilai Yuan (CNY) akan terangkat walau tidak signifikan secara menyeluruh. Namun apresiasi ini akan terlihat jelas terhadap Dolar Australia (AUD) yang memang sedang mengalami konflik dengan Cina akibat kesepakatan dagang. Dengan data positif yang datang dari Cina, kemungkinan besar insentif Cina untuk bernegosiasi dengan Australia menjadi berkurang. Hal ini dapat berujung buruk bagi Australia akibat tuntutan besarnya walau sangat bergantung dengan Cina akibat 40% pangsa pasar ekspornya.

Baca juga: Boris Johnson Kemungkinan Membuat GBP Turun Akibat Brexit

Sehingga, kemungkinan besar Dolar Australia akan mengalami penurunan terhadap Yuan. Hal ini disebabkan Australia yang sedang terimbas Covid-19 dan mengalami keterhambatan akibat perjanjian dagang dengan negara lain yang belum terjadi.

Pergerakan AUDCNY

Kemungkinan besar, kedepannya Yuan akan menguat dan membawa AUDCNY untuk bergerak turun mengingat pergerakan saat ini yang mengarah ke bawah. Jika ternyata pergerakan menurun ke bawah, kemungkinan tujuan selanjutnya berada pada 4.7281 sebelum menyentuh 4.6322. Kemudian jika terus turun, tujuan selanjutnya berada pada 4.5363 sebelum turun ke 4.4481 dan terus turun ke bawah.

Tetapi jika AUD menguat bersama Indikator RSI yang bergerak naik dari zona jual, maka kemungkinan target selanjutnya ada pada 4.7971. Jika selanjutnya terus naik, maka pola bullish flag akan terbentuk dan membawa pergerakan ke 4.8853 sebelum naik ke 4.9658. Seterusnya jika naik, maka tujuan berada di 5.0579 sebelum terus naik ke atas.

Tags: