Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris, hingga saat ini masih memiliki pandangan negatif terhadap Brexit. Hal ini menyebabkan pandangannya masih tertuju pada Bulan Januari yang kemungkinan besar tidak akan menerima kesepakatan Brexit. Akibat dari pandangan ini yang juga mulai menyebar di pasar, kemungkinan besar Pound Sterling (GBP) akan melemah.

Boris Johnson Masih Belum Menerima Kesepakatan Brexit

Hingga saat ini, sentimen terhadap Brexit masih sangat negatif akibat masih belum jelasnya keberlanjutan kesepakatan tersebut walau sudah melalui beberapa tahap diskusi. Ketidakpastian tersebut masih berlanjut hingga saat ini akibat mulai beredarnya kabar bahwa Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris, belum setuju.

Kabar yang beredar adalah bahwa Boris Johnson masih melihat Bulan Januari sebagai akhir dari perbincangan Brexit yang akan tidak akan menghasilkan kesepakatan. Hal ini berarti Boris Johnson melihat bahwa hingga masa tenggat tidak akan terjadi kesepakatan. Pernyataan ini didasari dari kabar bahwa setelah pertemuan antara Inggris dan Uni Eropa terakhir, Boris Johnson masih belum sepakat. Dikabarkan bahwa ketidaksepakatan tersebut datang dari negosiasi yang diajukan oleh Uni Eropa yang dirasakan masih sangat memberatkan Inggris.

Ketidaksepakatan ini masih terlihat hingga saat ini dari penolakan Boris Johnson terhadap Brexit, walau belum resmi mundur dari kemungkinan perjanjian tersebut. Tetapi, kabar ini telah membuat sentimen negatif akibat jika tidak terjadi perjanjian sama sekali, Inggris tetap akan dirugikan. Kerugian ini akan datang dari beberapa sektor yang terimbas dalam perdagangan internasional terutama dengan negara Uni Eropa. Hal ini akan datang dari permasalahan regulasi dan juga pajak yang kemungkinan akan menurunkan transaksi jika tanpa ada perjanjian Brexit.

Dampak Terhadap Pound Inggris

Oleh karena sentimen tersebut, kemungkinan besar perekonomian Inggris sendiri akan dirugikan, sehingga kemungkinan besar dampaknya juga akan terasa pada GBP. Hal ini disebabkan sentimen negatif yang datang kepada Pound Sterling yang membuat mata uangnya kemungkinan akan terpengaruh, terutama terhadap Euro (EUR) yang merupakan lawan dari negosiasi Brexit.

Pergerakan EURGBP

Nampaknya akibat sentimen pasar yang melihat bahwa Brexit terhambat oleh pihak Inggris, terutama akibat Boris Johnson, sentimen masih menguat ke Euro. Sehingga, kemungkinan besar, mengingat stabilitas Uni Eropa yang walau juga terpapar faktor perekonomian global, masih terbantu mengingat adanya beberapa data positif dan juga sikapnya dalam Brexit. Kemungkinan ini juga didukung dari sisi teknikal yang memperlihatkan adanya potensi apresiasi.

Baca juga: Deputi Gubernur Bank Sentral Kanada Akan Pidato Hari Ini

Melihat pergerakan grafik, hari ini terdapat satu candlestick yang terlihat keluar dari pergerakan turun. Tanda ini dapat menjadi pertanda pergerakan naik mengingat mulai terbentuknya pola Bullish Flag. Selain itu, Indikator RSI juga menunjukkan pergerakan kecil ke atas zona netral yang menandakan potensi apresiasi.

Jika ternyata benar terapresiasi, terdapat beberapa tujuan selanjutnya yaitu pada titik 0.91452 sebelum naik ke 0.92822. Kemudian, jika terus naik, kemungkinan besar pergerakan akan terus naik ke 0.93909 sebelum terus naik menandakan depresiasi dari GBP. Namun jika ternyata GBP menguat, pergerakan kemungkinan akan terus turun dan menuju titik 0.90204 sebelum menyentuh 0.89439. Selanjutnya jika terus turun, kemungkinan pergerakan akan menuju titik 0.88634 sebelum ke 0.86983.

Tags: