Perekonomian Amerika masih terlihat membaik akibat publikasi data pada Hari Jumat, 5 Maret 2021, dari sektor ketenagakerjaan. Selain itu, kondisi surat utang negara juga membuat pasar khawatir, terutama terhadap Kesehatan aset berisiko seperti saham.

Perekonomian Amerika Membaik

Data yang dipublikasi oleh Amerika adalah data mengenai sektor ketenagakerjaan yaitu dari data pengangguran. Dikabarkan bahwa data pengangguran turun 0,1% dari 6,3% menjadi 6,4%.

Double exposure of stock market in tablet with money and chart.

Selain itu, data lapangan kerja juga terlihat membaik dengan adanya lebih dari 300.000 lapangan kerja baru. Data positif ini juga ditambah dengan data pendapatan yang terlihat terjaga bersama partisipasi Angkatan kerja yang masih tetap dan tidak turun.

Walau terdapat data bahwa neraca dagang Amerika sedang negatif, masyarakat nampaknya akan memiliki persepsi positif terhadap perekonomian. Sehingga, pandangan ini membuat mayoritas investor khawatir terhadap adanya pemotongan dalam kebijakan ekspansif saat ini.

Selain itu, kondisi surat utang negara yang masih terus dibeli akibat kepercayaan investor terhadap Amerika yang memulih juga mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan dengan surat utang yang terus dibeli maka jumlah Dolar Amerika yang beredar juga terus turun.

Dengan jumlah yang terus turun, maka nilainya akan naik. Jika mengingat korelasi negatif antara Dolar Amerika dengan aset berisiko, kondisi ini menjadi penyebab kekhawatiran investor saham.

IHSG Masih Turun Bersama Saham Global

Beberapa hari terakhir, dengan adanya publikasi data ini saham Amerika dan saham global terlihat terus bergerak turun. Pergerakan ini membuktikan korelasi negatif dan juga persepsi yang muncul dalam kalangan investor.

Hal ini juga disebabkan oleh nilai Dolar Amerika yang terus terlihat naik. Sehingga saat ini kondisi pasar keuangan sedang mengkhawatirkan investor global.

IHSG nampaknya juga terkena imbas dengan pergerakannya yang terus turun sejak hari Kamis lalu. Penurunan IHSG ini juga turun bersama publikasi data Amerika dan juga tertutup rendahnya beberapa indeks saham utama Amerika.

Baca juga: Telkom Terus Ekspansi, Saham TLKM Diminati Walau Koreksi

Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa pekan depan tercipta sentimen negatif yang akan mendorong pasar keuangan turun. Namun, semuanya kemungkinan akan diselamatkan oleh dana stimulus dari Joe Biden.

Dana stimulus sebesar $1,9 Triliun kemungkinan akan membuat nilai Dolar Amerika turun kembali. Hal ini disebabkan dari jumlahnya yang beredar yang akan bertambah dengan masing-masing bantuan per orang sebesar $1.400 atau sekitar Rp20 Juta.

Sehingga saat ini pasar masih menunggu kondisi perekonomian Amerika terutama menunggu dana stimulus ini. Hingga saat ini belum ada kepastian namun terdapat rumor bahwa dana akan disebarkan pada bulan ini.

Tags: