IHSG Diprediksi Tembus 7.400 Tahun Ini

PT Mandiri Sekuritas yakin laju IHSG sepanjang 2022 akan bisa menembus level 7.400. Keyakinan ini muncul setelah perusahaan melihat mulai tumbuhnya optimisme pelaku pasar untuk mencari pendanaan dan berinvestasi di pasar modal sejak 2021 lalu.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana berkata, sepanjang 2021 lalu kinerja Mandiri Sekuritas masuk kategori positif karena pergerakan IHSG yang mulai membaik. Hal ini dipercaya berlanjut pada 2022 dan tahun depan.

“Kami optimistis pencapaian di 2021 berlanjut di 2022. Optimisme dari pasar sama untuk 2022 ini walau memang ada beberapa insiden atau beberapa situasi geopolitik yang saat ini sedang berlangsung. Kami optimistis, kami proyeksi pertumbuhan IHSG mencapai 7.400 jadi sangat optimistis dalam transaksi kita baik di capital market maupun ritel,” kata Oki dalam konferensi pers, Rabu (9/3/2022)

Menghadapi kemungkinan pertumbuhan IHSG tahun ini, Mandiri Sekuritas akan memperkuat bisnis inti perusahaan di bidang investment banking. Anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ini juga akan mengoptimalisasi pertumbuhan investor ritel dan korporasi.

Baca juga: Bank Dilarang Fasilitasi Jual Beli Aset Kripto, Begini Kata Bos OJK

“Kami ingin perkuat core business kami di investment banking, jadi baik market cap walaupun advisory. Kami ingin terus meningkatkan pencapaian di pasar modal, kemudian bagaimana kami optimalisasi pertumbuhan ritel melalui digital app atau MOST yang kita sudah miliki saat ini. Kemudian, bagaimana kami bisa sinergi dengan Bank Mandiri Group untuk mendorong pertumbuhan semua lini bisnis kami,” katanya.

Berdasarkan paparan perusahaan, sepanjang 2021 lalu pendapatan usaha Mandiri Sekuritas tumbuh 55% secara tahunan menjadi Rp1.234 triliun. Pada saat yang sama, laba bersih perusahaan naik 137% secara YoY menjadi Rp321 miliar.

Mandiri Sekuritas juga berhasil mempertahankan posisi kuat di pasar modal Indonesia per 31 Desember 2021. Pangsa pasar Mandiri Sekuritas di equity underwriting mencapai 35% atau setara Rp 25 triliun. Kemudian, pangsa pasar perusahaan di Equity Trading 7% atau Rp441 triliun, dan IDR Bond Underwriting 15% atau Rp 15 triliun.

“Transaksi yang dilakukan 2021 sebanyak 82 transaksi. Jadi kita telah berhasil lakukan 41 bonds underwriting dan beberapa transaksi lain. Yaitu IPO ada 6, advisory 18 transaksi, global bonds underwriting 11, dan rights issue 6. Ini pencapaian yang sangat baik sekali dari semua lini bisnis Mandiri Sekuritas dan membuktikan kita sangat resilience. Walau di tengah pandemi kita mampu mencapai atau berhasil menyelesaikan 82 transaksi di 2021,” ujarnya.

 

Sumber

Baca juga: Rubel Rusia Anjlok dalam Offshore Trading