Cara Menggunakan ATM Bitcoin Bagaimana Sih? 

Sebelum memulai menggunakan ATM Bitcoin, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Pertama, kita memerlukan crypto wallet atau dompet kripto. Dompet kripto adalah aplikasi atau perangkat lunak untuk menyimpan aset kripto. Dalam hal ini, kita memerlukan dompet yang secara khusus mendukung Bitcoin. Seharusnya tidak sulit untuk menemukan yang bagus karena Bitcoin adalah aset kripto paling populer. Ada banyak jenis dompet kripto, dan semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan.

Selanjutnya, kita perlu menemukan ATM Bitcoin. ATM Bitcoin belum bisa ditemukan dengan mudah seperti ATM pada umumnya. Kita bisa menggunakan peta langsung seperti Bitcoin ATM Map atau Coin ATM Radar untuk menemukan lokasi ATM Bitcoin terdekat. Sejauh ini, hanya ada satu ATM Bitcoin yang tersedia di Indonesia, tepatnya yaitu di Ratu Plaza, Jakarta.

Cara membeli BTC di ATM Bitcoin

Setelah menemukan ATM Bitcoin, berikut langkah yang perlu dilakukan:

Langkah 1: Siapkan akun dengan operator ATM

Sebagian besar ATM Bitcoin akan meminta pengguna untuk membuat akun dengan operator ATM sebelum menggunakan mesin tersebut. Ini biasanya dilakukan dengan memindai ID atau SIM. Proses pembuatan akun biasanya cukup mudah.

Langkah 2: Masukkan informasi dompet yang diperlukan

Pengguna akan diminta untuk memasukkan informasi dompet di ATM. Baik melalui kode QR atau kunci alfanumerik. Pindai QR dompet Bitcoin menggunakan ponsel. Jika tidak memiliki dompet Bitcoin, pengguna juga dapat memilih untuk mencetak dompet kertas di kios, yang nantinya dapat digunakan untuk mengimpor Bitcoin ke dalam dompet.

Langkah 3: Masukkan uang tunai

Setelah memasukkan informasi dompet, pengguna dapat memasukkan uang tunai yang ingin diubah menjadi Bitcoin. Jumlah uang yang dimasukkan dan jumlah Bitcoin yang akan diterima akan terlihat di layar.

Alamat dompet Bitcoin dan jumlah yang akan dikirim juga akan muncul.

Langkah 4: Konfirmasikan pembelian

ATM kemudian akan meminta pengguna untuk mengkonfirmasi transaksi. Konfirmasikan detail pembelian dan tekan tombol kirim. Setelah dikonfirmasi, mesin akan mengeluarkan jumlah Bitcoin yang sesuai ke dompet. Selesai!

Ingat, tidak semua ATM Bitcoin sama, dan langkah-langkah yang diperlukan untuk menggunakannya mungkin sedikit berbeda.

Baca juga: Jumlah ATM Bitcoin Naik! Hampir Mencapai 9.000 ATM di Dunia

Cara menjual BTC di ATM Bitcoin

Dalam hal menjual Bitcoin, prosesnya hampir sama dengan membeli. Satu-satunya perbedaan adalah pengguna harus memilih opsi untuk menjual di ATM. Pengguna juga harus memastikan bahwa mesin yang digunakan mendukung penjualan Bitcoin.

Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk menjual Bitcoin di ATM Bitcoin:

Langkah 1: Temukan ATM Bitcoin 2 arah

Seperti halnya membeli Bitcoin, pengguna harus menemukan ATM Bitcoin. Sebagian besar ATM Bitcoin mendukung pembelian mata uang kripto, jadi pengguna harus menemukan satu yang secara khusus mendukung penjualan mata uang kripto. ATM Bitcoin yang dapat memproses pembelian dan penjualan kripto disebut ATM Bitcoin 2 arah.

Langkah 2: Siapkan akun dengan operator ATM

Kemungkinan besar pengguna harus membuat akun dengan operator ATM sebelum dapat menggunakan mesin. Ini biasanya dilakukan dengan memindai ID atau SIM Anda.

Langkah 3: Siapkan alamat dompet untuk mengonversi Bitcoin menjadi uang tunai

Di ATM, pengguna akan diminta untuk memasukkan informasi dompet. Pengguna dapat melakukan ini melalui kode QR atau kunci alfanumerik. Jika menjual Bitcoin, pengguna harus memberikan alamat penerima, sehingga ATM tahu ke mana harus mengirim uang tunai.

Langkah 4: Masuk ke akun di ATM Bitcoin

Setelah memasukkan informasi dompet, pengguna akan diminta untuk masuk ke akun di ATM Bitcoin. Proses login biasanya cukup sederhana.

Langkah 5: Pilih opsi untuk menjual Bitcoin

Setelah masuk, pilih opsi untuk menjual Bitcoin. Kemudian akan diminta untuk memasukkan jumlah Bitcoin yang ingin dijual. Mesin biasanya memiliki jumlah minimum dan maksimum yang dapat dijual per transaksi.

Langkah 6: Pilih opsi “withdraw cash” atau tarik uang tunai

Setelah memasukkan jumlah Bitcoin yang ingin dijual, pilih opsi untuk menarik uang tunai. ATM kemudian akan mengeluarkan jumlah uang tunai yang sesuai! Sekali lagi, perlu diingat bahwa tidak semua ATM Bitcoin sama, dan langkah-langkah yang diperlukan untuk menggunakannya mungkin sedikit berbeda.

Berapa biaya ATM Bitcoin?

Sebagian besar ATM Bitcoin membebankan persentase transaksi sebagai biaya layanan, dengan jumlah minimum yang dibebankan per transaksi. Misalnya, Coinsource, operator ATM Bitcoin populer di Amerika Serikat, mengenakan biaya antara 6% dan 20% per transaksi, dengan biaya rata-rata sekitar 11% secara nasional.

Ada juga batas minimum dan maksimum per transaksi. Misalnya, sebagian besar ATM Bitcoin memiliki minimal $20 per transaksi. Batas atas dapat berkisar dari $3000 hingga $9000 per hari, tergantung pada penyedia ATM.

Biaya yang dikenakan oleh ATM ini sesuai dengan peraturan negara tempat mereka beroperasi. Namun, secara umum, operator ATM Bitcoin perlu mendaftar ke Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan dan mematuhi ketentuan Anti-Pencucian Uang dari Undang-Undang Kerahasiaan Bank.

Beberapa ATM Bitcoin juga menawarkan opsi untuk membeli atau menjual Bitcoin tanpa biaya layanan apa pun. Namun, mesin ini biasanya sulit ditemukan. Perhatikan bahwa meskipun ATM tidak membebankan biaya layanan apa pun, harga Bitcoin pada mesin ini cenderung lebih tinggi daripada nilai tukar yang berlaku.

Sebab, operator ATM juga butuh untung. Oleh karena itu, biasanya tidak ada gunanya membeli atau menjual Bitcoin di ATM bebas biaya.

 

Sumber

Baca juga: WOW, Circle K Bakal Tampung Ribuan ATM Kripto?

Tags: