Harga Kripto Menguat Meski Inflasi AS Tinggi

Harga Bitcoin, Ethereum, dan kripto utama lainnya kembali menguat pada perdagangan Kamis (14/4/2022), menghilangkan beberapa sentimen bearish selama beberapa hari terakhir.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:00 WIB, Bitcoin melesat 3,93% ke level harga US$ 41.451,97 atau setara dengan Rp 594.835.770. Ethereum menguat 3,66% ke level US$ 3.139,03 atau Rp 45.045.081.

Sementara untuk altcoin seperti XRP melaju 2,52% ke US$ 0,7342 (Rp 10.536). Solana melompat 3,84% ke US$ 107,14 (Rp 1.537.459). Cardano terapresiasi 3,56% ke US$ 0,9835 (Rp 14.113). Terra terbang 7,05% ke US$ 89,6 (Rp 1.285.760). Sedangkan Avalanche melompat 5,88% ke US$ 81,25 (Rp 1.165.938).

Berikut pergerakan 10 kripto utama pada hari ini.

Pasar kripto mulai kembali pulih setelah sempat terkoreksi dalam beberapa hari terakhir, karena investor khawatir dengan inflasi Amerika Serikat (AS) yang kembali meninggi dan potensi sikap bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang semakin hawkish.

Baca juga: Penambangan BTC Bertenaga Surya Pakai Teknologi Tesla, Kok Bisa?

Meski mulai pulih, tetapi trader masih cenderung berhati-hati di tengah ketidakpastian kondisi global karena konflik Rusia-Ukraina belum menunjukkan adanya tanda-tanda damai.

“Perilaku trader saat ini tampaknya beralih dari dominasi realisasi kerugian, menuju pengambilan untung dalam jumlah kecil. Sebesar 58% dari volume transaksi Bitcoin saat ini mewujudkan keuntungan,” kata Glassnode, dalam laporan riset hariannya, dikutip dari CoinDesk.

Sebelumnya pada Selasa lalu waktu AS, Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan laju inflasi dari sisi konsumen (Indeks Harga Konsumen/IHK) pada Maret 2022 mencapai 8,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Angka ini lebih tinggi dari konsensus pasar yang dihimpun Reuters dengan perkiraan 8,4% sekaligus jadi rekor tertinggi sejak Desember 1981.

Sedangkan inflasi dari sisi produsen (Producer Price Index/PPI) AS pada Maret lalu melompat 11,2% secara tahunan (yoy).

Data IHK dan PPI AS yang naik semakin memperkuat bahwa The Fed bakal mendongkrak suku bunga acuan lebih cepat.

Konsensus pasar yang dihimpun Reuters memperkirakan The Fed bakal mendongrak Federal Funds Rate sebanyak 2,5 poin persentase pada tahun ini. Jika terwujud, maka akan menjadi yang pertama sejak 1994.

 

Sumber

Baca juga: Margin Trading Kripto di Amerika Serikat