Bandarmology adalah salah satu istilah yang sering digunakan dalam pasar saham Indonesia untuk menganalisis pergerakan harga. Istilah ini adalah salah satu cara analisis yang tergolong analisis teknikal untuk memprediksi pergerakan suatu saham.

Sering kali, analisis ini menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan saat ingin melakukan trading. Oleh karena itu, walau pandangan terhadap analisis ini masih sering terbagi menjadi penting dan tidak penting, trader tetap harus mengetahui untuk memperkuat pengetahuan di pasar modal.

Bandarmology di Pasar Saham Indonesia

Secara singkat, Bandarmology berarti analisis yang memperlihatkan bagaimana “bandar” atau pemain besar di pasar saham bergerak. Sering kali analisis ini dilihat dari jumlah transaksi yang terjadi oleh pemain besar tersebut.

Hal ini disebabkan pemain besar disebut besar akibat dana yang dimilikinya yang ditransaksikan tergolong sangat besar. Umumnya dengan adanya dana yang besar, pergerakan suatu saham akan terdampak secara signifikan.

Oleh karena itu, sisi ini menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam menganalisis. Umumnya, terdapat beberapa cara untuk melakukan analisis tersebut. Umumnya, analisis ini dilakukan dengan melihat volume dari transaksi.

Mayoritas platform sudah menyediakan beberapa cara dan indikator untuk menganalisis Bandarmology ini. Saat ini juga banyak pihak yang mulai mengedukasi dengan baik mengenai Bandarmology ini.

Cerminan Ketidakseimbangan

Bandarmology saat ini dianggap sebagai salah satu aspek analisis yang penting dalam melakukan transaksi saham. Hal ini disebabkan besarnya pengaruh dana terhadap pergerakan harga suatu saham.

Sayangnya dengan kenaikan analisis teknikal melalui Bandarmology ini, tergali sisi nyata dari pasar saham Indonesia yang belum disadari mayoritas investor dan trader awam. Pergerakan ini mencerminkan bahwa pasar saham Indonesia memiliki sifat neoliberalisme yang cukup besar.

Baca juga: KRAS Optimis Proyeksikan Apresiasi 40% Penjualan Tahun 2021

Maksud dari pernyataan ini adalah sayangnya walau pasar saham terbuka, namun pemenangnya sering kali adalah yang memiliki modal terbesar. Oleh karena itu, investor dan trader pemula perlu menyadari hal tersebut.

Sehingga ke depannya individu tidak mudah untuk dimanipulasi dengan pergerakan harga suatu saham. Selain itu, individu awam juga akan mendapatkan pandangan baru dengan menyadari adanya Bandarmology ini, sehingga analisis yang dilakukan tetap mengikuti pergerakan dan bukan membuat pergerakan baru dari harga.

 

Tags: