Ditopang oleh perluasan pasar, tahun ini PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menargetkan volume penjualan dapat tumbuh 40% secara tonase. Menurut Direktur Utama KRAS, Silmy Karim perseroan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja 2021, melanjutkan pencapaian 2020.

KRAS Optimis Proyeksikan 40% Apresiasi Penjualan

Adapun tahun lalu, meski perseroan sempat kehilangan satu kuartal untuk optimalisasi penjualan karena pandemi Covid-19, KRAS mengaku telah mencatatkan pertumbuhan penjualan 20% dari tahun sebelumnya secara tonase.

Pertumbuhan itu diyakini dapat diraih perseroan karena akan didukung pertumbuhan 20% penjualan dari kuartal II yang tidak dioptimalkan pada tahun lalu. Caranya dengan 10% menggenjot pasar ekspor, dan 10% penjualan substitusi dari pembatasan impor baja oleh pemerintah.

Selain itu, Silmy mengaku untuk tahun ini perseroan telah mengantongi komitmen pembelian dari Eropa yang sudah mulai akan dikirim pada Maret 2021 dengan harga yang cukup baik. Dia juga menjelaskan, pasar baja internasional saat ini mengalami defisit pasokan seiring dengan beberapa pabrik baja luar terpaksa stagnan karena sejumlah pekerja tertular Covid-19.

Dengan demikian, KRAS mengambil celah tersebut sebagai kesempatan untuk mulai menggenjot penjualan ekspor. Untuk menopang pertumbuhan penjualan itu, KRAS juga akan melanjutkan strategi penetrasi pelanggan dengan long term sale agreement (LTSA) lebih banyak yang dilakukan sejak tahun lalu.

Perjanjian itu dinilai lebih menguntungkan. Bahkan, KRAS mengaku telah melakukan penjualan untuk pengiriman April-Mei tahun ini karena penjualan hingga Maret sudah terjamin. Saat ini porsi kontribusi pelanggan LTSA oleh KRAS sebesar 30%.

Kondisi Perusahaan Semakin Membaik

Sebagai informasi, sepanjang 2020 KRAS berhasil menyulap rugi menjadi untung. Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit total laba dari seluruh anak perusahaan pada 2020 berhasil mencapai US$36,55 juta.

Entitas usaha PT KH Pipe Industries yang rugi US$34,03 juta pada 2019 berhasil mencatatkan laba US$7,55 juta pada 2020. Selain itu, PT Krakatau Wajatama yang sebelumnya rugi US$28,85 juta berhasil untung US$1,76 juta pada 2020.

Selain itu, subtotal 5 entitas usaha lainnya yang merugi US$141,67 juta juga berhasil mendulang laba US$1,2 juta. Perusahaan mengatakan bahwa laba bersih [konsolidasi] pada 2020 berada di sekitar US$40 juta-US$50 juta. Laporan keuangan saat ini sedang dalam proses audit.

Baca juga: BRIS Menjadi Bank Syariah Terbesar di Indonesia, Masuk IDX BUMN 20

Sementara itu, secara konsolidasi pendapatan KRAS diproyeksi turun 4,4% menjadi US$1,35 miliar pada 2020, dibandingkan dengan pencapaian 2019 sebesar US$1,42 miliar. Namun, laba (rugi) bruto pada 2020 tumbuh sekitar 800% menjadi US$162,1 juta dari sebelumnya hanya sebesar US$16,9 juta.

Dengan demikian, earning before interest tax depreciation, and amortization (EBITDA) perseroan secara konsolidasi diproyeksi sebesar US$81,2 juta pada 2020. Angka ini berbanding terbalik dengan 2019 yang negatif US$134,5 juta.

Dilansir dari IPOT NEWS

Tags: